Kasus Pembunuhan

SECANGKIR Kopi, Penguak Tabir Pembunuhan Satu Keluarga Dalang: Pura-pura Beli Gamelan

Polisi berhasil menangkap pembunuh keluarga Anom Subekti di Rembang. Pelaku bernama Sumani, 43 tahun, warga Desa Pragu, Kecamatan Sulang,

Editor: Wiedarto
tribun jateng
Pembunuh Anom Subekti Sekeluarga Diciduk, Pelaku Tunggal, Pura-pura Mau Beli Gamelan Korban . Anom Subekti dan keluarganya dibunuh di rumahnya. 

Ki Gondrong mengaku mengenal Anom Subekti sejak dirinya masih duduk di bangku SMP.

“Waktu itu saya belajar mendalang di Karangturi, Lasem.

Beliau salah satu tutornya,” ucap Ketua Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya ini.

Ia mengenal sosok almarhum sebagai sosok seniman serba bisa. Menurutnya, almarhum menguasai berbagai kesenian tradisional, di antaranya dalang wayang kulit, wayang wong, hingga ketoprak.

Selain aktif berkesenian, almarhum Anom Subekti juga pernah berdinas di Departemen Penerangan, pada era Presiden Soeharto.

"Beliau juga pedagang.

Main gamelan bisa, bikin dan jual gamelan juga bisa. Gamelan yang saya pakai juga dari beliau," jelas Ki Gondrong.

Ia menyebut, almarhum juga sangat aktif berorganisasi, selaim di Dewan Kesenian dan Pepadi Rembang, almarhum juga bergiat di Lembaga Pembina Seni Pedalangan Indonesia (Ganasidi).

Ia juga bersaksi bahwa almarhum merupakan sosok yang sangat baik dan suka memotivasi para seniman muda.

“Sebelum saya diterima masyarakat Rembang, atau boleh dikatakan mulai laris sebagai dalang, beliau satu-satunya yang mendukung saya.

Beliau bilang, jangan minder ke rekan seprofesi yang sudah lebih bagus dan menonjol.

Tetap semangat karena rezeki Tuhan yang mengatur.

Saya rasa sikap beliau ke seniman muda lain juga begitu," ungkap dia.

Ia menyebut, Anom Subekti juga memperhatikan regenerasi seniman tradisional.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved