Breaking News:

Orangtua Bayi Penderita Hidrosefalus Berharap Mukjizat Tuhan Karena Tak Mampu Menebus Obat

Tidak sedikit dari kalangan masyarakat membutuhkan perhatian karena ketidakmampuan ekonomi sehingga kesulitan memberikan perhatian terhadap anak

Wartakotalive.com
Bayi berusia 13 bulan bernama Muhammad Fallih Akmar asal Setu, Kota Tangsel, menderita penyakit Hydrocephalus. 

Hal itu diakui sang ayah karena mahalnya biaya pengobatan sang jabang bayi. 

Sebab, dirinya yang hanya seorang tukang bangunan hanya memiliki penghasilan sebesar Rp 110.000 per hari.

Uang tersbeut katanya juga tidak setiap hari didapatkan. 

Kesulitan itu semakin dirasakannya, tatkala pandemi covid-19 mulai berimbas terhadap pekerjaannya. 

"Kan di kontrak ya karena (pembangunan-red) renovasi jadi dua tahun. Karena pandemi enggak boleh banyak-banyak yang kerja, paling cuman tukang, sekarang mah tiga hari saja kerjanya," jelasnya. 

Oleh karena itu, Septian mengaku berharap uluran tangan dari para dermawan untuk mengobati sang buah hati.

Pasalnya, hingga saat ini pia mengaku belum mendapat bantuan biaya pengobatan dari Pemerintah Kota Tangsel.

Walau ia bersama sang istri sempat mengajukan permintaan bantuan dari Pemerintah Kota Tangsel untuk biaya pengobatan saang buah hati.

"Kalau masalah obat alhamdulillah ada saja yang mau membantu dari Pak RW saja. (Pemkit Tangsel-red) belum ada bantuan. Pak Lurah sama Pak Camat sempat ke sini, saya juga sempat ngajuin bantuan cuman enggak ada kabar sampai saat ini," jelasnya.

Sementara Yani mengaku bila kesulitan yang dirasakannya saat akan menebus obat untuk sang buah hatinya. 

Halaman
123
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved