Sumber Daya Alam

Potensi Cerah Sumber Alam, Indonesia Segera Produksi Kendaraan dan Baterai Mobil Listrik

Potensi deposit nikel yang terdapat di dalam Negeri menjadi prospek bagi Indonesia untuk unggul dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik.

Editor: Sutrisman Dinah
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Menteri Airlangga Hartarto 

SRIPOKU.COM --- Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menyatakan bahwa Indonesia memiliki cadangan bahan baku nikel yang cukup besar. Nikel merupakan satu di antara bahan baku utama produksi baterai.

Potensi yang dimiliki itu, menurut Mamit Setiawan, membuat Indonesia akan menjadi pemain besar di industri baterai untuk kendaraan mobil listrik maupun sistem penyimpanan listrik.

“Langkah strategis yang harus dilakukan ke depannya termasuk oleh BUMN di mana setahu saya Pertamina, PLN, Inalum sudah mempersiapkan juga sudah bekerja sama dalam suatu konsorsium dalam rangka industri baterai ini ke depannya,” kata Mamit kepada Tribunnews di Jakarta, Selasa lalu.

Ngapain Takut, Kita Gugat Uni Eropa Harga Sawit Indonesia Anjlok, Jokowi Marah: Mereka Incar Nikel

Polri Tetapkan Warna Biru untuk Pelat Nomor Khusus Kendaraan Listrik, Ini Alasan

Mamit optimistis terwujudnya mimpi besar itu bukan hal yang mustahil terlaksana, tinggal bagaimana implementasi dan pelaksanaan dari roadmap itu sendiri, sehingga bisa tercapai dan terealisasi kedepan.

“Bukan hal yang mustahil kalau mimpi itu bisa tercapai dan dibandingkan dengan negara lain, keuntungan dari sumber daya ini saya kira bukan hal yang mustahil dan mengada-ada,” katanya.

Baterai dan mobil listrik

Kementerian BUMN kini tengah mendekati sejumlah perusahaan asing pemain utama baterai dan mobil listrik kelas dunia untuk berinvestasi.

Intel Jerman Sambangi Markas FPI, Politikus Hanura Ungkap Skenario Uni Eropa, Panik Soal Nikel

Ini dilakukan untuk mewujudkan impian memproduksi kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir di Tanah Air.

“Apalagi kalau tidak salah, pemerintah rencana akan mengundang LG, untuk berinvestasi. Bahkan Tesla pun katanya berminat untuk melakukan investasi di Indonesia untuk kendaraan listrik, terutama untuk baterai,” kata Mamit.

Apabila perusahaan-perusahaan luar negeri itu jadi menanamkan modalnya, maka perlu ada penguatan pelibatan terhadap perusahaan BUMN agar berperan secara signifikan di dalamnya.

Bukan sekadar memproduksi baterai, melainkan Indonesia bisa memproduksi kendaraan listrik sendiri dengan merek lokal buatan dalam negeri.

“Harapan saya ke depan, di samping jadi raja baterai, bagaimana kita juga bisa mengembangkan industri listriknya sendiri di sini dan bisa menjadi lebih besar lagi dan bukan hanya merek-merek luar, mungkin ke depan harusnya merek-merek lokal bisa berpartisipasi dalam kendaraan listrik terutama BUMN,” ujarnya.

Roadmap

Kementerian BUMN  di bawah kepemimpinan Menteri Erick Thohir menargetkan penggarapan proyek baterai kendaraan listrik di dalam negeri dapat menjadikan Indonesia raja baterai dunia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved