Pasutri Bandar Arisan Online di Kayuagung Kerap Bergaya Bak Sosialita: Pamer Harta di Media Sosial

"Hampir setiap hari mereka ini siaran langsung di Facebook dan menunjukkan harta yang dimiliki, misalnya setelah membeli perabotan rumah,"

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/nando
Rumah di Kayuagung yang ditempati pasangan suami istri bandar arisan online yang kini dicari puluhan wanita muda. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Pasangan suami istri bandar arisan online sedang dicari puluhan wanita muda di Kecamatan Kayuagung karena diduga melarikan uang arisan hingga miliaran rupiah.

Keduanya mampu mengajak sekitar puluhan orang untuk bergabung dalam arisan yang dikelola oleh mereka sendiri.

Bahkan, beberapa orang anggota arisan pun begitu mudah percaya setelah melihat penampilan serba mewah dari pasutri tersebut.

Ketika disambangi di kediamannya, Rabu (10/2/2021) tampak rumah yang selama ini ditempati dalam keadaan kosong tanpa penghuni.

Dikontrak Selama 5 Tahun, Berikut Gaji PPPK Dilingkungan Pemkab Musirawas

Ketika dibincangi, salah satu tetangga menyatakan MPD dan suaminya HA sebagai sosok yang kerap memamerkan harta benda di media sosial.

"Hampir setiap hari mereka ini siaran langsung di Facebook dan menunjukkan harta yang dimiliki, misalnya setelah membeli perabotan rumah, merenovasi rumah, dan saat sedang jalan-jalan," ungkap Merry.

Rumah beton dua lantai yang berukuran cukup besar itu ditinggali pasutri bersama anak semata wayangnya yang masih balita.

Menurut keterangannya, wajar saja banyak wanita yang terperdaya hingga menyetorkan uang dengan jumlah yang besar.

"Ya wajar saja sih mereka tergiur, karena waktu melihat postingan di media sosial kan terlihat seperti orang kaya.

Selain itu juga dia memiliki 2 rumah yang besar, tanah lumayan lebar, mempunyai kendaraan mobil dan motor.

Jadi orang lain pasti percaya kalau arisan ini benar-benar menguntungkan dan terbukti pemiliknya kaya," ujarnya.

Mayat yang Tergeletak di Halaman Masjid Ternyata Pedagang Bantal, Keluarga Tahunya Selama Ini Sehat

Disampaikan kembali, beberapa tetangga sekitar juga ikut menjadi korban dengan kerugian mulai dari 1 hingga 10 juta rupiah.

"Waktu itu saya sempat ditawari untuk ikut arisan tetapi saya menolak. Banyak juga disini yang kena tipu rata-rata sudah menaruh uang di bawah 10 juta rupiah.

Sedangkan yang ikut dengan nilai besar kebanyakan orang jauh, ada yang sudah memberi 40 juta bahkan ada yang hampir 100 juta," ungkap dia.

Sebulan yang lalu warga menggruduk rumah owner arisan online itu hendak merusak dan membakar rumahnya.

Beruntung pemerintah desa setempat mampu meredam amarah warga.

Galang Dana untuk Pengobatan Teman, Mahasiswi Ini Kehilangan Motor yang Diparkirkan di Masjid

"Puluhan wanita yang merasa tertipu itu langsung melaporkan ke kantor lurah dan setelah didata kerugian sekitar 700 juta, yang melapor kemungkinan hanya setengahnya saja," pungkasnya.

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved