Breaking News:

Stoper Sriwijaya FC Erwin Gutawa Jadi Nelayan Taklukkan Laut Lontar 

Guna mengisi kegiatan selama belum diputarnya kompetisi, Stoper andalan Sriwijaya FC Erwin Gutawa rela beralih profesi jadi nelayan

Dok. Pribadi Erwin Gutawa
Stoper Sriwijaya FC (kedua dari kiri) bersama teman-teman kampungnya menyiapkan rompong rumah penangkap ikan di Laut Lontar, dari Batulicin Desa Samaenre, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Guna mengisi kegiatan selama belum diputarnya kompetisi, Stoper andalan Sriwijaya FC Erwin Gutawa rela beralih profesi jadi nelayan dengan menaklukkan Laut Lontar di Kampung Halamannya Batulicin Desa Samaenre, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Iya ini namanya rompong. Kita ada delapan teman di sini semua. Itu kan untuk bikin rumah ikan di bawah laut. Ukuran perahu speed," ungkap Erwin kepada Sripoku.com, Selasa (9/2/2021).

Pemain yang mengenakan kostum nomor punggung 5 menceritakan rompong yang dirakit dari daratan dan di bawah ke satu titik di Laut Lontar ini bakal menghasilkan ikan hingga ratusan kilogram.

"Di rompang itu nanti ikan ngumpul bersarang. Kawan-kawan yang sudah pengalaman bilang 1-2 bulan kita simpan. Habis itu bisa dipancing di sana. Pengalaman yang sudah sudah bisa ratusan kilo gram nanti ikan yang dibas dipanen. Tergantung keberuntungan. Gak selamanya begitu. Yang penting usaha dulu," kata mantan stoper Martapura FC.

Erwin yang sempat memplontosi rambut gondrongnya mengaku aktivitasnya menjadi nelayan ikut bersama rekan-rekannya ini selain hanya sekadar mengisi waktu, hasilnya nanti juga bisa untuk dijual.

"Dalam rangka mengisi kegiatan. Kalau lebih dari cukup dijual untuk mengembalikan modal. Kan itu pake modal juga," kata pemain yang mengidolakan pemain Real Madrid, Spanyol, Sergio Ramos dan Pesepakbola nasional Hamka Hamzah.

PUSRI Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Sesuai E-RDKK

Tanah 194 Hektare Benny Tjokro Disita, Kejagung Buru Aset Koruptor PT Asabri

Tindaklanjuti Usulan Piala Gubernur Sumsel Ajang Test Event Stadion GSJ, Sriwijaya FC Sambangi PSSI

Untuk berburu ikan dengan alat rompang ke tengah laut ini diakui Erwin cukup memerlukan banyak modal. Antara lain bangkai speed, bambu, daun kedondong, dan daun nipah. 

"Pakai batu besar untuk jangkarnya. Serta GPS biar tahu titik untuk mancingnya," kata stoper yang doyan makan favorit Cotto Makassar ini mengaku tadinya selama ini berkumpul dengan anak dan istrinya di Batu Licin Kabupaten Tanah Bumbu, 265 km sebelah timurnya Banjarmasin ibukota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Masih belum jelasnya kepastian diputarnya kompetisi Liga 1 2021, membuat Stopper Sriwijaya FC Erwin Gutawa berharap agar situasi Pandemi dapat berlalu, sehingga Polri memberikan izin kompetisi Sepakbola di Indonesia agar dapat digulirkan kembali.

"Yaaa sabar aja lah bang, karena ini semua tergantung dari polri," katanya.

Erwin mengaku lahir sebagai pesepakbola tanpa melalui Sekolah Sepak Bola (SSB), melainkan bakat alami sebagai pemain Tarkam (Tarikan Kampung).

"Saya gak SSB bakat alami aja. Saya tarkam. Alhamdulillah ada cita cita mau ikut sepakbola profesional. Sering nonton di bola latihan main," kata Erwin.

Pemain berambut gondrong inipun ikut tim PON Kalsel PON 2012 di Riau, hingga masuk Divisi 2 Martapura FC 2012. Kemudian lolos Divisi 1 2013. Terakhir berhasil lolos 2014 Divisi Utama. (Abdul Hafiz)
 

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: adi kurniawan
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved