Breaking News:

Diperiksa Pidsus Kejati Sumsel, Muddai Madang Mengaku tak Tahu Mangkraknya Masjid Sriwijaya

Muddai Madang mengatakan disodori delapan pertanyaan oleh penyidik Pidsus Kejati Sumsel.

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Muddai Madang 

Menurut Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman mengatakan ada dua nama yang diperiksa penyidik Pidsus Kejati Sumsel pada Senin. Mereka masing-masing mantan bendahara yayasan Masjid Sriwijaya Muddai Madang, Ahmad Nasuhi selaku mantan Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel dan Burkiyan selaku Kabid Pengelolaan Aset Pemprov Sumsel. Namun untuk pemeriksaan Burkiyan diagendakan, Selasa (9/2) ini.

"Ada dua nama yang diperiksa hari ini, yakni mantan bendahara yayasan Masjid Sriwijaya Muddai Madang dan Ahmad Nasuhi mantan kepala biro kesra Pemprov Sumsel," ujar Khaidirman, Senin.

Khaidirman menjelaskan, pemeriksaan dilakukan penyidik guna mendalami kerugian negara pada proyek Masjid yang didanai dari dana hibah Pemprov Sumsel tahun 2016 hingga 2017 dengan anggaran sebesar Rp 130 miliar. Dana itu dipakai untuk penimbunan lokasi serta konstruksi beton sampai atap.

Akan tetapi penyidik mencium adanya kejanggalan. Penyidik menilai fisik bangunan yang ada di masjid diduga tidak sesuai dengan nilai kontrak.

"Penyidik kembali memeriksa saksi-saksi guna mendalami kerugian negara pada proyek tersebut, masih terus dilakukan pengembangan," ujarnya.

Sejumlah orang sebelumnya telah dipanggil tim Pidsus Kejati Sumsel.

Mereka adalah Kepala Biro Hukum Provinsi Sumsel, Ardani, Bagian Keuangan Panitia Pembangunan Masjid, M Ryan Fahlevi, Ketua Umum Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang Zainal Berlian, serta Mantan Sekda Provinsi Sumsel, Mukti Sulaiman.

Selain itu Kejati Sumsel juga memanggil Wakil Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda Kiemas, Ketua Yayasan Masjid Sriwijaya, Dirut PT Yodya Karya, Dirut PT Brantas Abipraya, Dirut PT Indah Karya dan Ketua Pengurus Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya.

Meski sudah sederet nama dipanggil, namun hingga kini masih belum ada penetapan tersangka dalam perkara ini.

"Penyidik masih mengungkap kerugian negara dan memang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Soalnya penyidik masih dalam tahap pengembangan dan masih memeriksa sejumlah pihak untuk dimintai keterangan, semua masih berstatus sebagai saksi," jelas Khaidirman.

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka dalam proyek Masjid Sriwijaya Jakabaring Palembang.

"Jika nanti dalam penyidikan sudah ditemukan bukti, akan kita umumkan tersangkanya," ujarnya. (cr34)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved