Breaking News:

Diperiksa Pidsus Kejati Sumsel, Muddai Madang Mengaku tak Tahu Mangkraknya Masjid Sriwijaya

Muddai Madang mengatakan disodori delapan pertanyaan oleh penyidik Pidsus Kejati Sumsel.

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Muddai Madang 

PALEMBANG, SRIPO -- Mantan bendahara wakaf Masjid Raya Sriwijaya, Muddai Madang akhirnya datang ke Kejaksaan Tinggi Sumsel, Senin (8/2). Ia sebelumnya tak hadir memenuhi pemanggilan oleh Kejati Sumsel, Rabu (3/2) lalu.

Ditemui usai diperiksa, Muddai Madang mengatakan disodori delapan pertanyaan oleh penyidik Pidsus Kejati Sumsel.

"Hanya dimintai keterangan soal pembangunan Masjid Sriwijaya, itu saja. Ada 8 pertanyaan yang diajukan penyidik, saya diperiksa terkait dengan saya pernah menjadi bendahara," ujar Muddai Madang yang ditemui usai diperiksa di Kejati Sumsel, Senin (8/2).

Muddai menjelaskan, pada pemanggilan pertama ia tidak bisa hadir. Alasannya saat ini dirinya tinggal di Kota Jakarta.

"Jadi perlu waktu untuk pergi dan pulang ke Palembang, untuk memenuhi panggilan kemarin," ujar mantan bendahara Wakaf Masjid Raya Sriwijaya ini.

Terkait kondisi mangkraknya pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Muddai mengaku tidak tahu. Menurutnya hal tersebut terkait teknis dari tim pembangunan masjid itu sendiri.

"Kalau soal mangkrak itu kan terkait teknis ya. Untuk itu silakan ditanyakan kepada tim pembangunannya ya, sayakan tidak tau," jelasnya

Mudai menuturkan, ia menjabat sebagai bendahara sejak awal dibuatnya Yayasan Sriwijaya sejak tahun 2015.

"Saya menjabat sebagai bendahara sejak awal dibuatnya Yayasan Sriwijaya sampai tahun 2015 ya. Setelah itu tidak menjabat lagi. Tapi saya tetap sebagai pengurus waktu itu meski bukan bendahara lagi," katanya mengakhiri penjelasannya.

Mangkraknya pembangunan Masjid Raya Sriwijaya membuat sejumlah nama dimintai keterangan oleh Pidsus Kejati Sumsel. Pembangunan masjid itu telah menelan dana hibah dari Pemprov Sumsel Rp 130 miliar. Namun hingga hari ini belum rampung dan belum terlihat jelas bentuk masjidnya. Bangunan yang belum jadi itu sekelilingnya ditutupi oleh ilalang tinggi.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved