Breaking News:

'Saya Bukan Teroris' Pria Ini Beri Berita Bohong tentang Bom di Pesawat, Pihak Maskapai Murka

Ia mengaku bahwa dirinya memberitahu ada bom di dalam pesawat dengan nomor penerbangan SQ 423 yang ditumpangi oleh ibu dan kerabatnya.

Editor: Fadhila Rahma
flyertalk.com
Ilustrasi pesawat 

SRIPOKU.COM - Seorang pria berusia 40 tahun telah dipenjara selama dua tahun setelah memberi berita bohong tentang keberadaan Bom di Pesawat.

Pria bernama Sanjay Korat dari Newcastle, New South Wales, Australia, ini merasa kesal karena harus menunggu 40 menit untuk berbicara dengan seseorang dari Singapore Airlines dan harus menelepon Bandara Mumbai untuk memberikan informasi tambahan perjalanan kerabatnya.

Berita bohong Korat ini telah membuat penerbangan Singapore Airlines dari Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj (BOM), Mumbai ke Bandara Internasional Changi (SIN), Singapura harus dikawal dua pesawat milik Angkatan Udara Singapura.

Ia mengaku bahwa dirinya memberitahu ada bom di dalam pesawat dengan nomor penerbangan SQ 423 yang ditumpangi oleh ibu dan kerabatnya.

Rumah Sakit Pemerintah di Daerah Ini Belum Ada Kulkas, Mayat Mr X Dipindahkan ke Daerah Tetangga

KKB Merajalela di Intan Jaya, hingga Bupati tak Berani Ngantor, Sekolah & Puskesmas Tetap Buka

Kedekatan SBY dengan Moeldoko Dimanfaatkan Orang untuk Kudeta Demokrat, Sebut Nama Ini

Rakyat Myanmar Unjuk Rasa Tolak Junta Militer, Parlemen Mintan Bantun Internasional

Dilansir dari Simple Flying, Senin (7/2/2021), Pesawat jenis Boeing 777-300 ER tersebut berangkat dari Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj Mumbai pada Senin (25/3/2019) pukul 23.36.

Pesawat tersebut dijadwalkan melakukan penerbangan selama 5 jam 25 menit untuk sampai ke Singapura.

Setelah ada kabar bom tersebut, pihak berwenang Singapura mengerahkan dua jet tempur dari Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) untuk mengawal pesawat ke Bandara Internasional Changi.

29 Penumpang Tertinggal Penerbangan Lanjutan

Singapore Airlines
Singapore Airlines (Dok. Singapore Airlines)
 

Pesawat yang membawa 263 penumpang dan 18 awak itu mendarat dengan selamat di Singapura.

Meski terlambat sekitar 31 menit dari jadwal, hal tersebut tidak mempengaruhi operasional bandara.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved