Breaking News:

Wawancara Tokoh

Ketua PPNI Sumsel Subhan Blak-blakan Isu Vaksin Nakes (2-Habis): Jangan Termakan Teori Konspirasi

Sampai saat ini kita baik dari PPNI pusat dan daerah belum pernah mewacanakan sanksi bagi nakes yang menolak divaksin.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ketua PPNI Sumsel, Subhan 

VAKSINASI untuk menekan penyebaran Covid-19 tak mulus dengan adanya hoaks teori konspirasi. Dikhawatirkan hoaks mempengaruhi vaksinasi yang kini dilakukan untuk tenaga kesehatan (nakes). Dalam wawancara dengan Sripo, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Selatan, Subhan meminta agar tenaga kesehatan (nakes) tak termakan isu teori konspirasi. Berikut wawancaranya.

*****

Ada berapa perawat di Sumsel dan target yang divaksin?
Secara keseluruhan jumlah perawat di Sumsel ada sekitar 28 ribu orang. Yang sudah teraftar di sistem kami ada sekitar 20 ribuan perawat. Jika dipersentasekan, 85-90 persen di Sumsel yang daerahnya telah terdistribusi vaksin sudah disuntik. Untuk secara detail berapa yang telah divaksin sampai hari ini belum dapat laporan pastinya.

Ketua PPNI Sumsel Subhan Blak-blakan Isu Vaksin Nakes (1): Efek Ngantuk, Pegal, Demam Biasa Saja

Para perawat kan tersebar hingga ke pelosok, bagaimana memastikan mereka tersentuh vaksin?
Di Sumsel distribusi vaksin tidak terlalu susah, diberbagai daerah pelosok pun semuanya sudah menerima distribusi vaksin. Apalagi dinas kesehatan daerah masing-masing telah menetapkan faskes mana saja yang ditetapkan sebagai lokasi vaksinasi.

Apa organisasi PPNI mengharuskan anggota divaksin?
Negara kita pun bicara vaksinasi terhadap nakes ini diwajibkan. Tetapi kita imbau kepada para nakes harus mencontohkan terlebih dahulu kepada masyarakat atau nakes lainnya. Jadi setelah divaksin kita harus mengedukasi manfaat vaksin dan tak ada masalah ketika telah disuntik.

Apakah ada sanksi bagi nakes menolak divaksin?
Sampai saat ini kita baik dari PPNI pusat dan daerah belum pernah mewacanakan sanksi bagi nakes yang menolak divaksin. Kalaupun ada kemungkinan sanksi, itu semuanya kembali kepada institusi masing-masing nakes.

Kehadiran vaksin mengundang sedikit kontroversi, bagaimana menurut Anda?
Yang ada di masyarakat adalah teori konspirasi bahwa vaksin ini berbahaya. Misal ada isu vaksin terhadap para pejabat itu bukan vaksin Sinovac. Ini semua adalah teori konspirasi, jangan sampai termakan. Tidak mungkin para petinggi itu divaksin berbeda dari kita semuanya itu sama pakai Sinovac. Vaksin ini sudah diuji klinis dari BBPOM dan sertifikat MUI.

Apa imbauan untuk warga terkait Covid-19?
Jangan takut untuk divaksin. Kami sudah membuktikan, para nakes divaksin tidak terjadi apa-apa. Dengan menyukseskan vaksin ini kita akan menyukseskan berakhirnya pandemi. Karena tanpa lakukan vaksin kita sama saja tidak mendukung pandemi berakhir. (odi)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved