Breaking News:

GELANG Ini Dulunya Viral dan Bikin Geger, Ini 10 Berita Bohong Terbesar yang Berhasil Menipu Dunia

Tujuan dari berita bohong adalah membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman, dan kebingungan.

Oddee.com
Gelang Power Balance 

Akibat kabar hoax tersebut, sejumlah produsen garam di beberapa wilayah di Indonesia pun mengalami kerugian yang cukup besar.

Penjualan produk garam yang dihasilkannya pun sempat menurun drastis.

Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh BPOM menunjukkan bahwa semua garam yang diduga tercampur dengan serpihan kaca dapat larut di dalam air.

5. Telur Palsu

Telur Palsu
Telur Palsu (TRIBUNNEWS.COM)

Telur merupakan salah satu makanan berprotein tinggi dan paling banyak dicari oleh masyarakat.

Namun belakangan ini, masyarakat dibuat resah dengan beredarnya isu soal peredaran telur palsu di beberapa pasar tradisional.

Beredar pula di media sosial video viral yang memperlihatkan seorang pedagang membuktikasn telur palsu ke konsumennya di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian pun segera melakukan pengecekan di laboratorium. Hasilnya, telur-telur tersebut tidak palsu dan memang aman untuk dikonsumsi.

Hingga kini, pihak kepolisian pun masih menyelidiki terkait motif orang yang membuat video viral telur palsu tersebut.

6. Buku populer yang tidak pernah ada

Buku populer yang tidak pernah ada
Buku populer yang tidak pernah ada (Oddee.com)

Pada tahun 1950-an, seorang penyiar acara radio tengah malam, Jean Shepherd, menggagas sebuah ide gila untuk membuat sebuah novel, yang tidak pernah ada di dunia ini.

Ide itu timbul di benaknya, setelah dia mengunjungi sebuah toko buku di daerah tempat dia tinggal.

Di sana dia menyadari, orang-orang yang bergulat dalam bisnis penerbitan, akan mengikuti ke manapun arah popularitas membawa mereka.

Jean pun kemudian memutuskan untuk membicarakan sebuah buku yang sangat laris, tapi tak pernah dibuat dan dipublikasikan.

Penyiar radio itu lalu memutuskan untuk memberi judul 'karangannya', I, Libertine, karya penulis Frederick Ewing.

Pendengar setia acara radionya pun mulai heboh membicarakan buku tersebut, dan mulai mencari-cari karya fenomenal itu.

Jean kemudian bekerjasama dengan seorang kenalannya di media, mengatakan bahwa mereka telah mewawancarai penulis novel tersebut.

Saat berita yang menyebutkan bahwa novel tersebut hoax, kepala perusahaan penerbitan Ballantine Books, menghubungi Jean dan seorang penulis, Theodore Strugeon, untuk menciptakan novel I, Libertine.

Jean membuat alur cerita buku tersebut dan Theodore menjadi penulis utamanya.

Dua Karyawan Pabrik Swasta di Musirawas Dicegat Polisi, Rupanya Nyambi Jadi Pengedar

Guru Honorer Punya Peluang Jadi PNS, Inilah Syarat, Formasi dan Alur Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021

7. Pertunjukan yang 'Hilang' dari Wikipedia

Pertunjukan yang 'Hilang' dari Wikipedia
Pertunjukan yang 'Hilang' dari Wikipedia (Oddee.com)

Halaman Wikipedia untuk sebuah pertunjukan tahun 1960-an bertajuk 'Magic Mansion', akan segera dihapus karena tidak adanya bukti keberadaan acara tersebut.

Acara tersebut hanya tayang pada saluran khusus untuk para pasukan bersenjata AS.

'Magic Mansion' dibuat oleh seorang sersan angkatan udara, sebagai hiburan bagi prajurit yang tinggal di pangkalan militer.

Seorang editor Wikipedia mencoba mengklarifikasi kebenaran program acara tersebut, namun tidak mendapatkan informasi apapun.

Akhirnya pihak domain itu memutuskan untuk 'menghapus' laman tersebut, karena tidak memiliki informasi yang pasti.

8. Anti-Vaksin

Ilustrasi Vaksin
Ilustrasi Vaksin (MEDIA WALES/AFP)

Anti-Vaksin mungkin adalah kepercayaan paling kontroversial saat ini.

Bagaimana tidak, ada beberapa publik figur yang menegaskan bahwa dirinya anti-vaksin dan tidak akan memberikan vaksin kepada anaknya.

Jika Anda berpikir bahwa anti-vaksin bukanlah sesuatu yang banyak dianut, Anda salah.

Justru paham ini dimulai dari dunia barat dan di sana masih banyak sekali yang mempraktikkannya.

Anti-vaksin sendiri merupakan pemikiran cukup baru, namun keragu-raguan terhadap vaksin sebenarnya sudah lama terjadi.

Hal ini mengabaikan bahwa menurut penelitian, semenjak ada vaksin, angka harapan hidup manusia secara keseluruhan naik dari hanya 40 tahun menjadi 80 tahun.

Penyebab orang menjadi anti-vaksin pun beragam, mulai dari dianggapnya vaksin sebagai penyebab autisme (yang kesemua teorinya telah dibantah), hingga terkandungnya bahan berbahaya seperti merkuri yang tentu juga telah dibantah.

Banyak juga penganut anti-vaksin karena merasa bahwa vaksin adalah megaproyek pemerintah yang menggandeng perusahaan farmasi, dan tak percaya akan hasil signifikan dari vaksin.

Di Indonesia sendiri, anti-vaksin muncul karena salah satu jenis vaksin untuk campak dan rubella atau MR, mengandung Babi.

MUI sendiri memfatwakan bahwa penggunaannya masih diperbolehkan hingga ditemukan vaksin yang tak diambil dari babi.

Tebaru, vaksin Covid-19, yang banyak bilang kalau vaksin ini mampu memperbesar alat kelamin.

BIKIN Gerah Kartika Putri, Siapa Sosok Dokter Richard Lee?Hidup Susah di Rusun Palembang

Video Aksi Kocak Ayah dan Bayi Bercakap Bak Orang Dewasa, Sampai Tepuk Paha dan Tawa Terkekeh

9. Penampakan Peri di Cottingley

Penampakan Peri di Cottingley
Penampakan Peri di Cottingley (Oddee.com)

Pada zaman dahulu, masyarakat Eropa dan Amerika percaya dengan keberadaan peri seperti yang dikisahkan di negeri dongeng.

Ditambah, pada waktu itu muncul foto yang menggambarkan 2 gadis kecil sedang bermain bersama peri.

Peri-peri tersebut diklaim tinggal di sebuah desa Inggris bernama Cottingley.

Saat itu, banyak orang berbondong-bondong pergi ke Cottingley untuk berburu peri.

Semua itu berubah di tahun 1983, saat Elsie Wright dan Frances Griffiths mengaku sebagai 2 gadis yang ada di foto.
Mereka pun mengatakan bahwa foto tersebut hoaks.

Mereka sengaja menempelkan peri-peri di foto dari beberapa buku dongeng yang mereka kumpulkan sehingga nampak betulan.

10. Pohon Spaghetti

Pohon Spaghetti
Pohon Spaghetti (Oddee.com)

Mungkin kamu bakal skeptis jika hoaks diberitakan oleh media-media murahan. Namun, apa yang terjadi jika media sebesar BBC sendiri yang melakukannya?

Ceritanya pada 1 April 1957, bertepatan dengan hari April Mop, BBC menyiarkan liputan khusus tentang tumbuhnya pohon spaghetti di Swiss.

Masalahnya, saat itu masyarakat Britania Raya belum begitu familiar dengan makanan khas Italia tersebut.

Alhasil, satu negara langsung heboh.

Mereka bahkan tak berhenti menelepon BBC, gimana sih cara menanam pohon spaghetti? Apa harus disiram dengan saus tomat tiap hari?

Hampir Setahun Corona di Sumsel, untuk Pertama Kalinya Kecamatan Sukakarya Kasus Perdana Covid-19

Momen Cristiano Ronaldo Saat Juventus Vs AS Roma, Bola Tendangannya Memantul ke Tiang, Wasit Tertawa

Penulis: Nadyia Tahzani
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved