Breaking News:

Bukan Pindah Lokasi Pabrik, Persoalan Ini yang Dibawa PT Pusri Saat Koordinasi dengan DPRD Sumsel

PT Pupuk Sriwidjaja menepis isu pemindahan pabrik Pusri ke Pekanbaru, Riau. Tetapi, memang ada pertemyuan dengan DPRD Sumsel.

istimewa
Kawasan Pabrik Pusri di Komplek Pusri Jalan Mayor Zen Palembang¬† 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - PT Pupuk Sriwidjaja menepis isu pemindahan pabrik Pusri ke Pekanbaru, Riau. 

Dikatakan Direktur Keuangan dan Umum PT Pusri, Saifullah Lasindrang, pembangunan pabrik akan tetap berada di Palembang.

Bahkan, keputusan ini telah diumumkan sejak akhir tahun lalu oleh Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM. 

Duduk Perkara Pengeroyokan Mendiang Reno ke Wartawan di Banyuasin, Tewas di Tangan Polisi

"Pabriknya tetap akan dibangun di kawasan Komplek Pusri. Pabrik baru ini dibangun di dekat dengan pabrik-pabrik Pusri yang akan kita matikan (revitalisasi)," jelasnya, Kamis (4/2/2021). 

Saifullah menambahkan pembangunan pabrik baru tersebut untuk menggantikan pabrik Pusri III dan IV yang telah berusia tua sehingga membuat cost produksi tinggi. 

"Pabrik 3 dan 4 ini masih menggunakan teknologi lama, jadi pemakaian energinya boros sehingga diganti dengan yang baru.

Mudah-mudahan dengan teknologi baru bisa menurunkan harga pokok produk Pusri," katanya. 

Pemilik WO Ungkap Detik-detik Ayu Ting Ting Batalkan Menikah dengan Adit Jayusman, Begini Sebabnya

Lanjutnya, saat ini mereka melakukan koordinasi dengan DPRD Provinsi Sumatera Selatan dan stakeholder terkait lainnya terkait alur shipping out produk pupuk Pusri agar tidak terhambat. 

"Hal ini karena masalah pendangkalan Sungai Musi, semua orang sudah tahu.

Tiap tahun selalu ada sedimentasi.

Kalau tidak diatasi, khawatirnya 3-4 tahun ke depan saat pabriknya sudah beroperasi diperkirakan 2025 nanti akan jadi kendala," katanya. 

Dr Mariska Suntikkan Vaksin ke Kapolres Hingga Sejumlah Kapolsek di OKU, Jangan Ada Lagi Pro Kontra

Saat ini, kapal-kapal pengangkut harus menunggu kondisi Sungai Musi dalam keadaan Pasang.

"Jadi paling mereka harus menunggu 6-10 jam dulu baru masuk," jelasnya. 

Paling tidak dengan koordinasi yang dilakukan ini, Pemerintah Daerah dapat membantu memberikan solusi terkait permasalahan shipping out yang saat ini dihadapi perusahaan.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved