Breaking News:

Anda Memiliki Sertifikat Tanah Asli Berbentuk Kertas? Siap-siap Bakal Ditarik Kantor Pertanahan

Sertifikat tanah asli yang dipunyai oleh setiap orang, nantinya tidak lagi tersimpan rapi di rumah, tetapi wajib diserahkan ke pemerintah

YouTube.com
Ilustrasi Sertifikat Tanah 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus berupaya menyesuaikan perkembangan teknologi yang makin canggih sekarang ini.

Tujuan dari pemerintah tak lain tentu untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Tak dipungkiri, dengan makin canggihnya teknologi, banyak urusan terasa lebih mudah.

Baca juga: Dulu Rawa Kini Rata Tertutupi Tanah Merah, Komplek Perkantoran Sumsel Terpadu di Keramasan Palembang

Baca juga: SAYA Membeli Tanah Bukan Pulau, Siapa SEbenarnya Asdianti, Pembeli Pulau Seharga Rp 900 Juta?

Seperti baru-baru ini, Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil belum lama ini mengeluarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang (Permen ATR) Nomor 1/2021 tentang Sertifikat Elektronik.

Tujuan dari aturan tersebut, menurut Sofyan dalam beleid tersebut adalah untuk meningkatkan indikator berusaha dan pelayanan kepada masyarakat.

Sekaligus juga mewujudkan pelayanan pertanahan berbasis elektronik.

Ke depan, tidak ada lagi sertifikat tanah berwujud kertas, semuanya bakal berbentuk elektronik yang disebut juga sertifikat-el (elektronik).

Baca juga: FENOMENA TANAH Bergerak, AIR dan Lumpur Keluar Deras, Komplek Kuburan Tergerus

Memang untuk bisa mewujudkan sertifikat elektronik ini instasi terkait kudu membuat validasi terlebih dahulu dengan sertifikat tanah sebelumnya.

Baik itu dari sisi data, ukuran tanah dan sebagainya.

Setelah validasi selesai dan tuntas, barulah sertifikat tanah bisa berganti dengan sertifikat elektronik.

Halaman
123
Editor: Sudarwan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved