Breaking News:

Berita Muba

2 Manusia Silver Ini Diklaim Bikin Resah Masyarakat, tak Berkutik dan Pasrah Dikepung Sat Pol-PP

Keberadaa manusia silver yang sering berada di lampu merah kota-kota besar, ternyata kini sudah merambah Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)

SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
2 manusia silver ketika ditertibkan oleh jajaran Satpol PP 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Sulitnya mencari pundi-pundi rupiah di zaman pandemi Covid-19, ternyata dimanfaatkan oleh sejumlah oknum dengan mengecat tubuhnya yang dikenal sebagai manusia silver.

Keberadaa manusia silver yang sering berada di lampu merah kota-kota besar, ternyata kini sudah merambah Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). 

Manusia silver kini sudah merambah dan meminta-meninta di seputaran kota sekayu yang cukup meresahkan masyarakat.

Menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah akan keberadaan manusia silver, jajaran Satpol PP Muba melalui Kasat Pol PP Haryadi Karim menertibkan dua orang manusia silver yang berada di Kota Sekayu.

Baca juga: Usia Masih Lima Tahun Bocah Ini Sudah Diajak Kakak Jadi Manusia Silver di Lampu Merah Kenanga II

Baca juga: Pak RW Bongkar Kelakuan Masa Kecil Si Manusia Silver, Begitu Tahu Pelaku Mutilasi, Saya Lemes

Baca juga: Lima Poin Rapat Paripurna DPRD Palembang yang Akan Disampaikan ke Pemkot, Ada Tren Manusia Silver

“Ya, hari ini Tim Patroli yang di pimpin oleh Kepala Tim Patroli Rahmat Suprapto dan didampingi oleh Korlap Rano Apriansyah, S.H melakukan penertiban dan penangkapan kepada 2 orang manusia silver yang sering meminta-minta uang di jalanan kota Sekayu.

Penertiban tersebut dilatarbelakangi oleh laporan masyarakat,”kata Haryadi, Selasa (2/2/2021).

Lanjutnya, manusia silver 2 orang tersebut diamankan di sekitaran Jalan Balai Agung di dekat SPBU Jalan Lintas Tengah, kedua manusia silver tersebut berinsial AS dan JS

Anggota langsung mengamankan 2 orang tersebut untuk dibawa ke kantor agar dapat di interogasi lebih lanjut.

“Dari keterangan mereka dilakukan untuk mencari uang. Kita telah memberikan teguran dan membuat surat perjanjian untuk tidak melakukan perbuatan tersebut lagi,”jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved