Breaking News:

Wawancara Tokoh

Gubernur Herman Deru Bicara Quantum Leap Sumsel (2-Habis) Tol Kapal Betung tak Pakai Uang Negara

Untuk di ruas tol Palembang-Betung Bank Sumsel Babel mudah-mudahan akan ikut serta. Itulah kenapa makanya kita dorong terus.

SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Gubernur Sumsel Herman Deru, mengimbau masyarakat Sumsel untuk merayakan hari raya Natal dan Tahun Baru dengan menerapkan protokol kesehatan. 

PRESIDEN Joko Widodo beberapa hari lalu meresmikan tol Kayu Agung-Palembang. Orang nomor satu di Indonesia ini sangat bangga dengan tol tersebut sebagai poros utama Tol Trans Sumatera. Hal apakah membuat Presiden Joko Widodo bangga dengan tol yang akan tersambung hingga Betung Banyuasin tersebut? Simak wawancara dalam program Walk The Talk With Weny bersama Kepala Newsroom Sriwijaya Post - Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti dengan Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Selain sebagai poros utama jalan Tol Trans Sumatera, hal apakah yang membuat pak Jokowi bangga dengan tol Kapal Betung?
Untuk diketahui jalan tol ini tidak semua proyek strategis nasional (PSN), ada juga yang sifatnya investasi. Kenapa Pak Jokowi bangga dengan tol Kapal Betung, karena tol ini adalah investasi dari swasta murni. Ini ada putra di dalam investasi itu.

Apa yang membuat jalan tol investasi dinilai sangat istimewa?
Kenapa investasi dinilai istimewa, karena ada peran swasta yang di dalamnya. Sama sekali tidak pakai uang negara. Investasi ini semuanya tanggung jawab utuh pihak swasta. Itulah kenapa namanya Waskita Sriwijaya Tol karena ini punya lokal.

Berapa persen investasi lokal ada berapa banyak?
Kalau secara khusus saya tidak paham karena itu internal. Tapi disini kita bangga investasi lokalnya. Ke depan saya akan intervensi Bank Sumsel Babel untuk ikut berperan. Bukan hanya kecipratan.

Pemodal jalan tol Kapal Betung ini apakah ada andil para taipan (orang kaya) di Sumsel?
Bukan Taipan ya, kalau taipan itu levelnya nasional. Namanya saja Waskita Sriwijaya Tol yang menunjukkan ciri khas daerah kita. Investasinya ini pada umumnya putra daerah. Tapi yang jelas tidak ada punya saya. Tapi saya bangga ini punya putra daerah

Dari inisiatifnya dulu tol ini hanya dibuat Kayu Agung - Palembang, tetapi kenapa bisa sampai ke Betung?
Wacana sampai ke Betung sebenarnya sudah lama tapi tidak terealisasi. Baru di zaman Pak Jokowi lah beliau memerintahkan mengakomodir sampai Betung, meskipun APBNnya tidak masuk, tidak berperan dalam pembangunan tol ini. Tol Kapal Betung dianggap ada kemampuan untuk membiayai diri sendiri.

Tol Kapal Betung ini hampir mayoritasnya saham putra daerah, apakah Bank Sumsel Babel selaku bank daerah akan ikut serta?
Untuk di ruas tol Palembang-Betung Bank Sumsel Babel mudah-mudahan akan ikut serta. Itulah kenapa makanya kita dorong terus.

Tol Kapal Betung ini hasil investasi putra daerah, tetapi kenapa tidak dikemukakan bahwa ini hasil investasi lokal?
Ya, apapun itu perintah Presiden hal yang paling penting. Karena bagaimana pun juga infrastruktur ini tidak bisa jalan tanpa ada kewenangan pusat, karena kita berkaitan satu trase atau alur yang selaras antara program nasional dan daerah. Maka itu, meski kita buat sendiri karena ini ada koneksi dengan program pusat.

Apakah manfaat bagi daerah dengan adanya kehadiran jalan tol ini?
Kehadiran tol adalah jawaban dari lambannya transportasi selama ini. Selama ini kalau mau ke Bakauheni kita harus menempuh waktu 14 jam, sekarang 4 jam sudah sampai karena sudah jalan tol.

Apakah investasi putra daerah dalam pembangunan tol hanya terjadi di Sumsel saja atau ada juga di Provinsi lain?
Saya tidak tahu kalau di daerah lain. Tapi investasi tol ini murni putra daerah dari mulai inisiasi sampai pembangunan. Tetapi kan masih ada campur tangan Presiden di dalamnya. Karena percuma saja kalau kita ada uang tetapi tidak sinkron dengan program Presiden.

Tol Kapal Betung ini baru sampai Palembang saja, apakah sudah banyak masyarakat menggunakannya dalam berkendara sehari-hari?
Untuk lalu lintas harian tol Kapal ini sudah diatas 11 ribu per hari. Coba bayangkan bagaimana menariknya berinvestasi di tol ini.

Berapakah kebutuhan untuk pembangunan tol Palembang-Betung? Dan berapa anggaran yang akan disiapkan Bank Sumsel untuk ikut berinvestasi?
Kebutuhan sahamnya sekitar Rp 6-7 Triliun. Paling tidak Bank Sumsel akan ikut andil 10 persenlah.

Di masa Pandemi ini, estimasi perekonomian Sumsel di masa kepemimpinan Pak Gubernur apakah akan melampaui nasional?
Dari dulu saja Sumsel sudah di atas nasional. Kita kemarin sudah 5.98 persen. Kalau nasional perekonomiannya minus sampai 5 kita hanya 1. Diantara kejeblokan perekonomian di daerah saja kita masih yang terbaik. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved