Breaking News:

Mengapa Plasma Konvalesen Dihargai 2 Juta, Ini Penjelasan Fitri Ketua PMI Sekaligus Wawako Palembang

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, mengatakan Palang Merah Indonesia (PMI) Palembang telah menerima sebanyak 21 pendonor plasma konvalesen

sripoku.com/abdul hafiz
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda SH selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, mengatakan Palang Merah Indonesia (PMI) Palembang telah menerima sebanyak 21 pendonor plasma konvalesen

Tentu saja, plasma konvalesen itu akan sangat bermanfaat untuk para pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Dikatakan perempuan yang juga Ketua PMI Palembang ini, mereka pendonor ini merupakan penyintas atau orang yang sebelumnya pernah terkonfirmasi positif Covid-19 mulai dari ringan hingga berat.

Baca juga: Kabarnya, Pulau Lantigiang Dijual Rp 900 Juta Dikenal Surga Pecinta Wisata Laut Intip 4 Pesonanya!

Dijumpai usai menghadiri serangkaian lomba rangkaian HUT PDI Perjuangan ke-48 di Atrium OPI Mall, Minggu (31/1/2021), Fitri mengakui banyak sekali permintaan dari keluarga pasien yang saat ini terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun, keterbatasan pendonor dan tidak dapat sembarang memberikan plasma tersebut membuat plasma konvalesen seolah dipersulit. 

"Memang untuk bisa mendapatkan plasma konvalesen ini dikenakan biaya, tapi itu resmi.

Sebagai pengganti biaya pemeriksaan sampel sekitar dua jutaan dan saat ini harus masuk dalam daftar tunggu untuk bisa mendapatkannya," kata Fitri yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan.

Baca juga: Wanita Ini Simpan Mayat Ibunya di Dalam Freezer Lemari Es Selama 10 Tahun, Terungkap Ini Alasannya

Sekadar informasi, plasma konvalesen ini merupakan salah satu terapi alternatif pengobatan untuk pasien yang dinyatakan positif Covid-19. 

Namun, hanya sebatas terapi tambahan yang sejauh ini masih terus dikembangkan.

Tetap saja, hal utama untuk mengantisipasi penyebarluasan pandemic Covid-19 agar jangan sampai menyebar tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes) dan dengan menerapkan 3M, mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.      

Baca juga: Jalan dan Jembatan di Ogan Ilir Tidak Semulus Jalan Tol, Begini Kondisinya

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved