Breaking News:

Optimisme Terhadap Legitimasi Vaksinasi

Isu covid–19 saat ini memang tidak akan pernah hilang dari perhatian kalangan masyarakat, mu­­lai dari ruang lingkup nasional maupun internasional.

Editor: Salman Rasyidin
Optimisme Terhadap Legitimasi Vaksinasi
ist
Muhammad Syahri Ramadhan, S.H.,M.H

Tantangan sebenarnya bagi rakyat maupun pemerintah terhadap polemik vaksin sa­at ini ialah serangan berita bohong atau info hoaks.

Semenjak berbagai perangkat media so­si­al mudah untuk dimanfaatkan setiap orang.

Jari jemari para oknum penyebar ujaran ke­ben­cian dengan tanpa dosa dan gampangnya menulis informasi palsu terkait eksistensi vaksin ter­sebut.

Parahnya, informasi yang disampaikan tersebut justru mengarah kepada aspek rasis, yaitu mendiskreditkan golongan atas nama suku dan ras tertentu.

Pemerintah meskipun sudah menyiapkan regulasi terkait sanksi atas kasus ujaran kebencian (hate speech) sebagaimana diatur dalam Pasal 28 jo. Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 16 Undang-Undang No­mor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Undang-Un­dang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial. Akan tetapi tidak menjamin bah­wa kasus ujaran kebencian dapat segera sirna.

Termasuk juga pemberitaan terkait isu vak­sin saat ini, sudah banyak berbagai beritanya yang bersifat hoaks atau palsu.

Info hoaks yang menggelumuti situasi dan kondisi vaksin bukanlah sesuatu yang baru, mengingat pada saat virus corona ini mulai menyerang di sekitar awal tahun 2020 yang lalu.

Sudah begitu banyak info hoaks yang bertebaran di berbagai media sosial.

Ilustrasi--Petugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia.
Ilustrasi--Petugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Bahkan, distorsi in­formasi terkait virus covid–19 sudah menyebabkan timbulnya krisis humanisme di tengah masyarakat.

Salah satu contoh kasus, adaya penolakan jenazah akibat serangan virus corona dari warga dikarenakan takut jenazah tersebut dapat menyebarkan virus bagi warga yang ting­gal di sekitar kawasan pemakaman. 

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved