Breaking News:

Terkait Unrealized Loss di Saham, Arif Budiarto : Jangan Percaya Isu, Dana Peserta BPJS Aman 

"Kami akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta dan memastikan dana peserta aman dan optimal di bawah pengelolaan kami,"kata Arif Budiarto

internet
Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Sumbagsel, Arief Budiarto 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- BPJS Ketenagakerjaan memberikan respons perihal kabar yang belakangan mengemuka di kalangan pelaku pasar terkait pengelolaan investasi yang dikelola perseroan di pasar modal.

Seperti diketahui, sebelumnya Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan terhadap BPJS Ketenagakerjaan perihal dugaan Perkara Tindak Pidana Korupsi pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Merespons hal ini, Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja mengatakan bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2013 dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2015 mengatur tentang batasan investasi BPJAMSOSTEK, termasuk tentang investasi BPJAMSOSTEK pada instrumen investasi terkait pasar modal seperti Saham dan Reksadana. 

Pada Desember 2020, sebanyak 25% dari dana kelolaan BPJAMSOSTEK ditempatkan di Instrumen terkait pasar modal, dengan perincian Surat Utang 64%, Saham 17%, Deposito 10%, Reksadana 8%, dan Investasi langsung 1%.

Baca juga: Ustaz Ustazah hingga Marbot di Kota Palembang Mulai Dijamin BPJS Ketenagakerjaan

Menurut utoh, Unrealized Loss BPJAMSOSTEK merupakan kondisi penurunan nilai aset investasi Saham atau Reksadana  sebagai dampak dari fluktuasi pasar modal yang tidak bersifat statis. 

Unrealized Loss tidak merupakan kerugian, selama tidak dilakukan realisasi penjualan aset investasi Saham atau Reksadana yang mengalami Unrealized Loss tersebut. 

BPJAMSOSTEK hanya melakukan realisasi penjualan aset investasi pada Saham atau Reksadana yang dipastikan telah membukukan keuntungan.

Unrealized loss ini merupakan risiko yang tidak dapat dihindarkan oleh setiap investor, termasuk BPJAMSOSTEK, saat melakukan penempatan dana pada instrumen investasi di pasar modal seperti Saham dan Reksadana.

Namun, Utoh menjelaskan bahwa perlu digarisbawahi bahwa Unrealized Loss ini dipastikan akan mengalami recovery kembali seiring dengan dinamika pasar modal bahkan berbalik menjadi Unrealized Gain/Profit . 

Sepanjang Unrealized Loss ini disebabkan oleh aset investasi yang memiliki kualitas fundamental emiten bagus, seperti saham dalam indeks LQ45, yaitu 45 saham pilihan BEI yang memiliki kriteria tertentu seperti berkapitalisasi besar, paling likuid, memiliki kondisi keuangan baik dan prospek pertumbuhan tinggi untuk periode setiap enam bulan.

Halaman
12
Penulis: Rahmaliyah
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved