Berita Lubuklinggau

Sudah Ditebang, Bukannya Mati, Pisang di Lubuklinggau Ini Berbuah Dua Kali

Warga di Jalan Lubuk Sematung RT 07 Kelurahan Taba Pingin Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau Sumsel, heboh dengan penemuan pisang.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Eko Hepronis
Warga saat melihat pisang berbuah dua kali di Jalan Lubuk Sematung RT 07 Kelurahan Taba Pingin Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau Sumsel, Kamis (28/1/2021) 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Warga di Jalan Lubuk Sematung RT 07 Kelurahan Taba Pingin Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau Sumsel, heboh dengan penemuan pisang.

Pisang itu kembali tumbuh, setelah ditebang pemiliknya.

Padahal lumrahnya pisang, hanya tumbuh sekali, setelah berbuah sekali, dan tidak dapat berbuah lagi hingga kemudian mati.

Namun pisang milik warga Kota Lubuklinggau ini justru kebalikannya.

Seminggu pasca ditebang, justru tumbuh kembali.

Pisang langkah yang ditemukan warga ini yakni jenis pisang kepok atau biasa disebut masyarakat sekitar dengan sebutan pisang
batu ini justru setelah ditebang malah tumbuh tunas lagi menyerupai tandan pisang baru.

Fenomena yang dianggap aneh ini pun kerap menjadi perhatian warga di sekitar tempat tumbuh pohon pisang itu, karena menganggapnya sebagai kejadian yang tidak biasa.

Riyan Persa Cakra Borti anak pemilik pisang ini menuturkan bila pisang itu pertama kali ditemukan oleh ibunya ketika sedang membersihkan kebun disamping rumahnya.

"Ibu pertama kali nemukannya, kemudian karena dianggap aneh cerita dengan tetangga, lalu tetangga-tetangga banyak melihat," ungkap Riyan, Kamis (28/1/2021).

Ia menuturkan pisang tersebut ditanam oleh orang tuanya sejak lima tahun lalu. Namun baru kali ini kejadian buah pisang yang sudah ditebang tiba-tiba keluar tandan lagi.

"Usianya kurang lebih sudah lima tahunan, tapi baru kali bebuah lagi, biasanya setiap habis ditebang, batangnya langsung mati, tapi ini tidak, termasuk fenomena langkalah," ujarnya.

Ia menambahkan jarak batang induk yang ditebang dengan tumbuhnya tandan baru itu kurang lebih sekitar satu Minggu.

"Kurang lebih satu Minggu, kemudian saat bersih-bersih terlihat tunas baru, karena dianggap aneh kita rawat, kalau sudah siap panen nanti kita akan tebang lagi," ungkapnya. (Joy)

Baca juga: MASKAPAI Stop Penerbangan di Bandara Silampari, Terakhir Batik Air dan Wings Air, Ini Penyebabnya!

Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran di Kelurahan 15 Ulu Palembang, 1 Unit Rumah Hangus, 4 Rusak

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved