Breaking News:

Sumsel akan Dirikan Akademi Tenis Meja Standar Internasional, Penerus GOR Sanjaya Kediri

“Pitstop Table Tennis Center berkeinginan menggantikan posisi GOR Sanjayana milik Gudang Garam yang sudah bubar, padahal dulu Kediri tempat pembibitan

Humas KONI Sumsel
Ketua Umum PSMTI Sumsel Kurmin Halim melakukan audiensi bersama Ketua Umum KONI Sumsel H Hendri Zainuddin SAg SH, Senin (25/1/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Demi menjadikan Sumsel sebagai candradimuka pembinaan dan pembibitan atlet tenis meja, Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumsel Kurmin Halim, SH akan mendiri Akademi Tenis Meja Standar Internasional.

Konsep ini, disampaikan Kurmin saat audiensi dengan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel H Hendri Zainuddin SAg SH, Senin (25/1/2021).

“Harapan kami membangun satu Akademi Tenis Meja yang terbaik di Indonesia. Akademi ini berada di Pitstop Table Tennis Center, Purwosari,” kata Kurmin.

Seperti diketahui Palembang sejak 1971 mencatat menjadi penyelenggara multi event digelarnya Pekan Olahraga Mahasiswa IX hingga menjadi monumental adanya Jl POM IX Kampus. Kemudian PON XVI 2004 mulai menggelorakan olahraga di Bumi Sriwijaya ini.

Lalu, SEA Games XXVI 2011, Islamic Solidarity Games 2013, Asian Games XVIII 2018, FIFA World Cup U20 Tahun 2023.
Melihat dari event-event besar yang diselenggarakan, maka Akademi Tenis Meja ini diproyeksikan menjadi pengganti GOR Sanjaya, Kediri Jawa Timur, milik perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk yang bubar 2017 silam.

“Pitstop Table Tennis Center berkeinginan menggantikan posisi GOR Sanjayana milik Gudang Garam yang sudah bubar, padahal dulu di Kediri menjadi tempat pembibitan atlet tenis meja. Setelah GOR di Kediri bubar, sekarang pembinaan atlet kembali ke pengurus provinsi (Pengprov) masing-masing, tidak terfokus,” jelas Kurmin.

Pitstop Table Tennis Center, kata Kurmin, sudah sangat siap menjadi tempat Akademi Tenis Meja terbaik di Indonesia.
Pitstop Table Tennis Center, dibangun di atas lahan seluas 3.300 meter dengan luas bangunan 1.200 meter persegi. Gedung tenis meja ini bertaraf internasional, memakai karpet dan mejanya juga didatangkan dari Eropa. Penataan lampu juga sesuai standar International Table Tennis Federation (ITTF) atau Federasi Tenis Meja Internasional.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah dana untuk membangun mess, karena gedung tenis meja sudah tersedia. Karena itu, kami membutuhkan support dari pemerintah, baik gubernur, walikota, Kepala Dinas Olahraga (Kadispora) dan KONI Sumsel sebagai induk olahraga. Prestasi dan pembinaan tenis meja tidak akan maju pesat tanpa dukungan pemerintah,” tegasnya.

Sebagai penggemar tenis meja, dia sangat peduli dengan kemajuan cabor Tenis meja, meski dia tidak lagi tergabung dalam kepengurusan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sumsel. Terbukti, dia membangun Pitstop Table Tennis Center menggunakan dana pribadi, dan saat ini menjadi GOR tenis meja terbaik di Indonesia.

“Tapi bukan berarti dengan gedung yang bagus bisa menghasilkan atlet yang bagus. Oleh karena itu, kami silaturahmi dengan Ketua Umum KONI Sumsel Hendri Zainuddin. Tidak mungkin pembinaan ke depan tergantung saya, pasti ada keterbatasan. Karena itu kami menggandeng pemerintah dan perusahaan di Sumsel yang konsen membina olahraga, terutama tenis meja,” ujar mantan Ketua Umum PTMSI Sumsel.

Halaman
12
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved