Breaking News:

Sosok Sadhu Amar Bharati, Pria Tua yang Angkat Tangan Kanannya Selama 48 Tahun, Ini Tujuannya!

Sadhu Amar Bharati mengatakan dengan mengangkat lengannya dan membuatnya dalam posisi tinggi dapat memutuskan dan memisahkan dirinya dari kesenangan

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
Tribunnews
Sadhu Amar Bharati WhaleOil 

Pada bagian kepala terdapat hiasan ardha chandra (bulan sabit), bagian leher ada ular kobra yang sedang melilit, dan perut dililit ikat pinggang dari kulit harimau.

Dewa yang menempati arah tengah dalam pangider Dewata Nawa Sanga ini bersenjatakan padma dengan kendaraan lembu Nandini.

Para sadhu yang mendedikasikan diri bagi dewa Siwa umumnya tampil dalam kesederhanaan dengan pakaian serba oranye safron atau kuning kunyit, rambut gimbal.

dan wajah penuh polesan abu suci yang melambangkan kehidupan seorang petapa (sanyasin) sekaligus telah mengalami keterputusan dari hal-hal berbau duniawi.

Mereka hidup dalam kemiskinan mutlak dan sepenuhnya bergantung pada kebaikan atau sumbangan orang.

Setiap sadhu membawa atribut masing-masing seperti corong trisula, pedang, tongkat, kerang, senjata dan alat musik yang mencerminkan status mereka.

Selain itu, sebagai lambang dedikasi sebagian dari sadhu juga melakukan hal-hal ekstrem yang jarang atau bahkan tidak pernah dilakukan oleh orang kebanyakan.

Salah satunya adalah dengan mengangkat lengan selama bertahun-tahun seperti yang dilakukan oleh Amar Bharati.

Baca juga: KABAR PAgi Ini: 3 Malam Rotterdam Rusuh, Penjarahan Meluas: Demo Anti Lockdown Semakin Brutal

Siapa Sadhu Amar Bharati?

Amar Bharati adalah orang kebanyakan pada umumnya yang memiliki istri, tiga orang anak, dan pekerjaan tetap.

Namun, sebuah mimpi di sekitar tahun 1970 (yang dia anggap sebagai firasat gaib) membuat jalan hidupnya berubah total.

Sejak mendapat firasat tersebut dia memutuskan menjadi seorang sadhu dan mengabdikan diri sepenuh hati kepada Dewa Siwa.

Amar kemudian mulai melepaskan atributnya sebagai orang biasa dengan mengenakan pakaian sederhana sambil membawa trisula logam (trishula) kemana pun pergi.

Dia juga membiarkan rambut tumbuh gondrong dan gimbal karena tidak pernah mandi lagi.

Sekitar tiga tahun menjalani hidup sebagai sadhu, Amar merasa tidak puas.

Menurut Alicia, Amar yakin dirinya masih diliputi oleh kemewahan.dan kesenangan duniawi yang hanya bersifat semu.

Oleh karena itu, pada sekitar tahun 1973 dia membuat sebuah keputusan ekstrem untuk terus-menerus tanpa henti mengangkat lengan kanannya di atas kepala.

Adapun tujuannya ada yang mengatakan sebagai upaya memisahkan diri dari kesenangan hidup sekaligus wujud pengabdian pada Dewa Siwa.

Dan ada pula yang memperkirakan sebagai bentuk kekecewaan sekaligus protes Amar atas terjadinya peperangan dan konflik di dunia.

Baca juga: PRIA Ini Kepergok Edarkan Narkoba di Hotel Kawasan Talang Jawa, Barang Bukti Tujuh Paket Sabu-sabu

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved