Breaking News:

Peneliti UI : “Dampak Merokok yang Tak Terkendali: Kemiskinan, Stunting dan Bansos

Mungkin sudah ratusan bahkan ribuan di dunia ini yang menyatakan dampak merokok tidak baik dari berbagai aspek.

Warta Kota
Akibat dari harga rokok yang masih terjangkau adalah peningkatan perokok anak, anak 'stunting' (kekerdilan), kemiskinan, hingga mengganggu program bantuan sosial pemerintah. Logo dilarang merokok. 

SRIPOKU.COM—Mungkin sudah ratusan bahkan ribuan di dunia ini yang menyatakan dampak merokok tidak baik dari berbagai aspek. Dampak yang tidak bagus itu baik dari segi kesehatan –baik aktif maupun pasif, ekonomi social dan berbagai dampak lainnya.

Bahkan, seperti dikutip dari WARTAKOTALIVE.COM, bahwa konsumsi rokok yang tidak terkendali dapat berdampak terhadap kemiskinan hingga kekerdilan pada anak.

Peneliti Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) Universitas Indonesia Renny Nurhasanah mengatakan, konsumsi rokok yang tidak terkendali dapat berdampak terhadap kemiskinan hingga kekerdilan pada anak.

Label harga rokok yang bikin kaget dan jadi viral di Facebook, Sabtu (20/8/2016).
Label harga rokok yang bikin kaget dan jadi viral di Facebook, Sabtu (20/8/2016). (Istimewa)

"Akibat dari harga rokok yang masih terjangkau adalah peningkatan perokok anak, anak 'stunting' (kekerdilan), kemiskinan, hingga mengganggu program bantuan sosial pemerintah," katanya dalam diskusi yang diadakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta secara virtual di Jakarta, Senin (25/1/2021).

Video: Polisi Tangkap Pelaku Aksi Mesum di Halte Kramat Senen yang Viral di Media Sosial

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi perokok anak mencapai 9,1 persen, jauh dari sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019 yang dapat diturunkan menjadi 5,4 persen.

Prevalensi perokok anak, kata dia, terus meningkat.

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi perokok anak 7,2 persen, sedangkan Survei Indikator Kesehatan Nasional 2016 mencatat 8,8 persen.

Merokok dapat memicu kanker
Merokok dapat memicu kanker (Video Blocks)

"Rokok juga menjadi salah satu faktor risiko kesakitan, kematian, dan disabilitas. Kejadian anak 'stunting' 5,5 persen lebih tinggi pada anak dengan orang tua yang merokok," tuturnya.

Ia menyebut, rokok juga berdampak pada kemiskinan. Prevalensi perokok pada penduduk termiskin lebih tinggi daripada pada penduduk terkaya.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved