Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara dengan Dokter Awang Dody Irwandi, Ikhlas Berbagi Demi Pasien Covid

Dokter Awang Dody Irwanda menjadi orang kelima di kota pempek ini yang mendonorkan plasmanya.

Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Dokter Awang Dody Irwanda 

SALAH satu cara efekktif menyembuhkan pasien covid-19 adalah dengan mendonorkan plasma darah dari orang yang sudah sembuh dari covid. Sayangnya, walau sudah ratusan ribu orang yang sembuh, namun baru beberapa orang saja yang bersedia memberikan plasma darahnya (plasma konvalesen), dengan beragam alasan. Di Sumsel saja, menurut cacatan redaksi Sripo dua hari lalu, belum sampai 15 orang yang mendonorkan plasma darahnya.

Melihat begitu urgennya plasa konvalesen itu, dokter Awang Dody Irwanda, yang sehari-hari bertugas sebagai dokter PPDS di Departemen Anestesi RSMH Palembang, menjadi orang kelima di kota pempek ini yang mendonorkan plasmanya di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang.

Dokter yang menempuh pendidikan dokter spesialis di FK Universitas Sriwijaya (Unsri) ini, mengaku ikhlas mendonorkan plasma konvalesennya di hari pertama Gerakan Pencanangan Donor Plasma Konvalesen se-Indonesia di 31 UTD PMI Se-Indonesia. Apa alasannya mau mendonorkan plasmanya? Simak ulasan wawancara eksklusif bersama Sriwijaya Post.

Donor plasma ini termasuk baru di Indonesia, kenapa Anda mau melakukannya?
Awang : Karena kemanusiaan. Saya ingin berbagi. Sesuai dengan niat saya pribadi dan komitmen kita dari teman-teman tenaga kesehatan yang sembuh total dari Covid 19, ingin donor plasma bagi yang membutuhkan.

Donor plasma konvalesen ini salah satu terapi pasien terkonfirmasi Covid-19 yang memiliki gejala sedang hingga parah. Apa kegunaan dari donor ini bagi penerima?
Awang : Kebetulan golongan darah saya B, mudah-mudahan plasma konvalesen yang saya donorkan tadi bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan, terutama golongan darah B. Karena biasanya terapi diperlukan bagi pasien-pasien krisis terutama pasien yang diisolasi dan ICU.

Sebelum mendonorkan plasma konvalesen, apakah ada persiapan khusus yang dokter lakukan?
Awang : Gak ada persiapan khusus, tadi malamnya masih aktivitas pelayanan dan setelah donor ini juga masih lanjut pelayanan lagi.

Setelah melakukan donor Plasma apa yang Anda rasakan? Apakah ada rasa pusing atau gejal lainnya?
Awang : Setelah donor juga tidak ada perasaan pusing, biasa-biasa saja kok.

Pada saat dilakukan donor plasma berapa lama waktu yang dibutuhkan dan berapa banyak darah diambil?
Awang : Kurang lebih waktu yang dibutuhkan donor plasma selama 50 menit, darah yang diambil kurang lebih 425 cc.

Apa manfaat dari donor plasma ini dan berapa persen tingkat kesembuhannya?
Awang : Kata pak menteri, setelah diteliti tingkat kesembuhan plasma hampir 100 persen. Jadi donor plasma ini sangat baik dilakukan.

Apa harapan Anda terhadap gerakan donor plasma ini?
Awang : Mudah-mudahan gerakan ini bisa terus diteruskan. Saya harap tidak hanya tenaga medis yang mendonorkan plasma konvalesennya, tetapi masyarakat yang sudah sembuh dari Covid-19, bebas gejala klinis dan dikonfirmasi dengan hasil anti bodi bisa turut serta mendonorkan plasmanya.

Apakah dengan donor plasma ini lantas akan membuat seseorang benar-benar aman dari paparan Covid-19?
Awang : Bukan hanya donor plasma ya, imbauan 3M harus tetap dijaga.

Anda sendiri kapan dinyatakan positif terkonfirmasi virus corona?
Awang : Saya positif Covid 19 sejak 1 bulan lalu, 4 Desember 2020 dan sembuh pada 21 Desember 2020 setelah hasil dari 2 kali hasil swab dinyatakan negatif.

Apa yang membuat bisa terpapar Covid-19?
Awang : Yang membuat saya positif Covid 19 adalah semenjak awal pandemi hampir berurusan langsung dengan pasien-pasien yang dilakukan tindakan pembedahan. Sangat erat berhubungan dengan aerosol. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved