Breaking News:

Warga Lorong Masjid RT 37 RW 08, Kel. 8 Ilir Kini Punya Rumah Tahfidz, Maratush Shalihah Namanya

Menurut Herlina, untuk keperluan bulanan, Ma'had Tahfidz Qur'an, Maratush Shalihah, memerlukan setidaknya Rp 6.000.000 guna mencukupi kebutuhan santri

chairul Nisyah
RUMAH TAHFIDZ : Para Santri Penghapal Al-Quran di Ma'had Tahfidz Qur'an, Maratush Shalihah, Minggu (24/1/2021). (SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH) 

Menurutnya, rumah yang saat ini di jadikan tempat atau  Ma'had Tahfidz Qur'an, Maratush Shalihah, merupakan wakaf dari Desi Indriasari, S.E. MSi AK, salah satu dosen di Politeknik Sriwijaya.

Ia mewakafkan rumah nya  untuk para santri penghapal Al-Quran.

Meski demikian, saat ini Ma'had Tahfidz Qur'an, Maratush Shalihah masih banyak kekurangan dari segi fasilitas.

"Allhamdulillah kami sudah mendapatkan wakaf rumah tahfidz ini dari Ibu Desi, dan saat ini sudah ada Adis Oktaviani, SH yang menjadi donatur tetap kami.

Hanya saya, untuk fasilitas kami masih ada yang kurang," jelas Herlina.

Herlina mengatakan,  saat ini  Ma'had Tahfidz Qur'an, Maratush Shalihah sangat memerlukan lemari pakaian dan loker untuk para santri.

Saat ini pakaian para santi hanya diletakkan dan disusun seadanya di lantai atau di dalam tas mereka masing-masing.

Herlina juga menjelaskan jika untuk keperluan bulanan, Ma'had Tahfidz Qur'an, Maratush Shalihah memerlukan setidaknya Rp 6.000.000 untuk mencukupi keperluan santri.

Mulai dari biaya PLN, PDAM serta makan pokok sehari-hari dari para santri.

Untuk mencukupi hal tersebut, Ma'had Tahfidz Qur'an, Maratush Shalihah mendapatkan bantuan dari donatur yang secara sukarela menyisikan sedikit dari rezekinya.

Halaman
123
Penulis: Chairul Nisyah
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved