Breaking News:

Sempat Gagal Berkali-Kali, Petani Nanas di Muaraenim Ini Bangkit: Kini Siap Berkirim ke Pulau Jawa

Dengan modal semangat dan menafkahi keluarga yang menjadi kunci para petani tetap bertahan dan mengolah lahan mereka lebih produktif.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/ARDANI
Para petani Nanas di Desa Suban Baru, Kecamatan Kelakar, Kabupaten Muara Enim, yang mendapatkan bantuan CSR PT Bukit Asam (BA) panen. 

Sampai akhirnya, Kelompok Makmur Tani bertemu dengan Tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang membawa angin segar, membantu pendanaan dari CSR PTBA untuk membantu permodalan dalam mengembangkan usaha nanas.

“Kami dari Kelompok Makmur Tani yang beranggotakan 10 orang mendapatkan suntikan dana dari CSR PTBA untuk membantu permodalan dalam mengembangkan usaha nanas,” ujar Mulyanto.

Menurut Mulyanto, setelah mendapat binaan CSR PTBA, satu per satu permasalahan mulai dari sulitnya membuka lahan, mencari bibit yang unggul, hingga biaya membeli pupuk yang berkualitas mulai teratasi.

Baca juga: SEMPAT Down, SEMUA Rumah Sakit Menolak, Full Pasien Covid, Istri Penyanyi Fiersa AKhirnya Pasrah

Baca juga: Viral Pondok Kolam Sangabut, Destinasi Wisata Baru di Kayuagung OKI: Dari Memancing Hingga Berperahu

Kini, hasil nanas yang dihasilkan Kelompok Makmur Tani di Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim bisa bertahan dan mampu berproduksi sesuai target hingga menghasilkan nanas yang super, manis dan tidak mudah busuk sehingga bisa bersaing dengan nanas lain untuk mengisi pasaran buah nanas.

"Alhamdulillah, kini buah nanas Suban Baru bisa dijual ke pasar lokal, Lahat, Baturaja, Palembang, Bengkulu hingga dijual ke Pulau Jawa," ucap Mulyanto.

Hal serupa dikatakan petani Nanas yang lain Antoni (41), ia sangat bahagia dan mengucapkan terima kasih kepada PTBA atas keberhasilan yang dicapai Kelompok Makmur Tani saat ini.

Sebab sebelum ada bantuan CSR PTBA panen nanas tidak bisa optimal bahkan setahun itu nyaris bisa dibilang tidak panen karena jumlah yang dihasilkan tidak sebanding dengan biaya operasional.

Kini setelah ada suntikan modal dan binaan CSR PTBA, di lahan seluas 1,5 hektar lebih, panen nanas dalam setahun bisa panen sebanyak empat bulan sekali.

Dengan hasil mencapai Rp 25 juta hingga Rp 30 juta setiap panen per empat bulan dengan harga jual nanas Rp 3500 per buah merupakan keberhasilan besar yang tidak lepas dari bantuan PTBA.

Baca juga: Cinta Lina ke Teddy Akhirnya Dibongkar, Rizky Febian Terpaksa Merestui, tapi tak Sangka Malah Begini

Baca juga: Video Hari Ini Lamaran, Vicky Ngaku Cintanya ke Kalina Ocktaranny Setingan, Lalu Beri Penjelasan Ini

“Tidak ada lagi kami dengar petani sulit membuka lahan dan tidak bisa membeli bibit dan pupuk jenis urea maupun NPK,” ujar Antoni.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved