Breaking News:

Sempat Gagal Berkali-Kali, Petani Nanas di Muaraenim Ini Bangkit: Kini Siap Berkirim ke Pulau Jawa

Dengan modal semangat dan menafkahi keluarga yang menjadi kunci para petani tetap bertahan dan mengolah lahan mereka lebih produktif.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/ARDANI
Para petani Nanas di Desa Suban Baru, Kecamatan Kelakar, Kabupaten Muara Enim, yang mendapatkan bantuan CSR PT Bukit Asam (BA) panen. 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM -- Rasa haru dan senang tak bisa disembunyikan oleh petani Nanas Mulyanto (40) warga Desa Suban Baru, Kecamatan Kelakar, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan ini.

Betapa tidak, setelah beberapa kali gagal bertani Nanas, kini akhirnya bisa membuahkan hasil.

Sekarang, ribuan buah nanas terhampar, siap panen dan dikirim serta dijual hingga ke Pulau Jawa, Minggu (24/1/2021).

Senyum Mulyanto tak bisa ditahan melihat kesuksesan panen nanas kali ini.

Baca juga: Ternyata Segini Tabungan Syekh Ali Jaber hingga Akhir Hayat, Masih Bantu Orang Pakai Sisa Tabungan

Baca juga: 3 Bank Syariah Segera Merger, OJK belum Yakin Ekonomi Syariah Berkembang di Sumsel, Banyak Hambatan

Mengingat selama tiga tahun belakangan, ia dan para petani di Desa Suban Baru sempat putus asa akibat panen yang terus-terusan gagal karena berbagai kendala.

Namun, Mulyanto dan para petani di Suban Baru tak kenal rasa menyerah.

Mereka terus berjuang dengan kemampuan seadanya untuk mengatasi kendala mulai dari kekurangan modal, keterbatasan lahan, kekurangan bibit, sampai kelangkaan pupuk hingga masalah permodalan.

Benar-benar masa sulit bagi para petani di desa tersebut saat itu.

Baca juga: SEMPAT Down, SEMUA Rumah Sakit Menolak, Full Pasien Covid, Istri Penyanyi Fiersa AKhirnya Pasrah

Baca juga: Viral Pondok Kolam Sangabut, Destinasi Wisata Baru di Kayuagung OKI: Dari Memancing Hingga Berperahu

Dengan modal semangat dan menafkahi keluarga yang menjadi kunci para petani tetap bertahan dan mengolah lahan mereka lebih produktif.

Meskipun, produksi tidak optimal dan hasil penjualan hanya bisa digunakan untuk menutup ongkos bercocok tanam dan sedikit sisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved