Breaking News:

Warga Lampung Ini Terharu Bisa Jadi Penduduk Muaraenim, Anaknya Derita Gizi Buruk

Buhanan dan Reni memiliki dua anak yang menderita gizi buruk, dimana satu diantaranya sudah meninggal dunia beberapa waktu yang lalu.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Refly Permana
sripoku.com/ardani
Tampak Reni Hartika (32) yang merupakan ibu kandung pasien gizi buruk Eli Hernita (4) melakukan perekaman e-KTP untuk menjadi warga Kabupaten Muaraenim. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Mata Reni Hartika (32) berkaca-kaca usai mendapat kepastian dirinya resmi menjadi penduduk Kabupaten Muaraenim.

Bersama suaminya, Buhanan, Reni sudah beberapa tahun tinggal di Kecamatan Lawang Kidul setelah datang dari provinsi Lampung.

Di Muaraenim, Buhanan mencari uang dengan cara menggali batubara.

Reni dan suami bisa mendapatkan KTP sebagai penduduk Kabupaten Muaraenim berkat bantuan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Muaraenim dan PT Bukit Asam (PTBA).

Baca juga: Kisah Dokter Melawan Covid-19, Kerja 273 Hari Tanpa Henti, Tidur Cuma 3 Jam Sehari

Buhanan dan Reni memiliki dua anak yang menderita gizi buruk, dimana satu diantaranya sudah meninggal dunia beberapa waktu yang lalu.

Saat ini, pasangan suami istri tersebut tengah berupaya membesarkan anak semata wayang mereka yang masih berusia empat tahun.

Dijumpai di rumah kontrakannya yang ada di Perumahan Bara Lestari II, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Jumat (22/1/2021), Reni mengatakan ia merasa senang dan terharu ternyata masih banyak pihak yang membantu keluarganya mulai dari pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

Dan ia sangat bersyukur ternyata, khususnya warga Perumahan Bara Lestari II, sangat kompak dan memperhatikannya mulai membantu pengobatan dan penguburan anaknya.

Bahkan mereka dengan ikhlas memberikan tumpangan untuk keluarganya.

Selain itu, lanjut Reni, pihaknya juga sangat berterimakasih kepada Pemkab Muaraenim yang begitu perhatian dengan memberikan bantuan sembako dan pengobatan untuk anaknya.

Baca juga: Link Streaming Sinetron Buku Harian Seorang Istri 22 Januari, Dewa Tahu Alya Ada Anak, Bakal Putus?

Selain itu juga, keluarganya dibuatkan seluruh dokumen kependudukan mulai dari Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sehingga merasa dilayani dan dimudahkan.
"Suami saya (Buhanan) masih di Lampung ngurus surat kepindahan. Tidak tahu saya kalau sudah bisa online," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Muaraenim Drs H Risman Efendi MSi 
mengatakan bahwa pihaknya telah membuatkan seluruh dokumen kependudukan untuk keluarga Buhanan yang tidak mampu sehingga ke depan status sosialnya jelas sebagai penduduk Kabupaten Muaraenim.

Sebab dengan resminya menjadi penduduk Kabupaten Muaraenim, maka bisa menikmati program Kabupaten Muaraenim, seperti berobat gratis, sekolah gratis, ansuransi kematian, dan lain-lain.

"Sebenarnya KTP mereka masih Lampung, namun kita bantu sesuai tempat tinggalnya di Perumahan Bara Lestari II," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved