Breaking News:

Covid 19

Gubernur Anies Baswedan Nyerah, Minta Pemerintah Pusat Tangani Covid-19 di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pemerintah pusat mengambil-alih penanganan dan pengendalian Covid-19 di ibukota.

istimewa
Ilustrasi: Petugas saat memakamkan jenazah pasien covid-19 yang meninggal dunia, bekerja hingga malam hari. 

SRIPOKU.COM --- Tingginya pertambahan kasus baru penderita Covid-19 di wilayah ibukota Jakarta, tidak seimbang dengan jumlah pasien yang sembuh. Rumah sakit rujukan Covid-19 tak mampu lagi menampung pasien baru.

Gubernur DKI Anies Baswedan mulai kewalahan menangani penambahan pasien baru. Upaya pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), belum mampu mengendalian penularan wabah pandemi virus corona ini.

Anies bahkan memberi sinyal agar pemerintah pusat, dalam hal ini Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19, mengambil-alih penanganan wabah Covid-19 di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Namun keinginan Gubernur DKI ini, memperoleh kritikan seperti disampaikan politisi PDIP, Gilbert Simanjuntak. Menurut Gilbert, langkah tersebut merupakan upaya Anies Baswedan melepas tanggung jawab soal urusan penanganan Covid-19.

Baca juga: Sudah Divaksin, Bupati Sleman Positif Covid-19, Dinkes : Bukan Gara-gara Vaksin, Kebetulan Saja

Baca juga: Kisah Dokter Melawan Covid-19, Kerja 273 Hari Tanpa Henti, Tidur Cuma 3 Jam Sehari

Pemerintah DKI "menyerah" karena kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabodetabek sudah penuh. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto, “Sudah full untuk Jabodetabek,” kata Slamet seperti dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com, Jumat (22/01/2021).

Dikatakan, permasalahan ini harus diselesaikan dari hulunya, yakni penularan Covid-19 harus segera ditekan. “Hulunya harus diselesaikan, angka infeksi harus ditekan,” katanya.

Kebijakan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyararakat (PPKM) Jawa-Bali atau PSBB di Jakarta, belum menunjukkan hasil. Ia menyarankan kebijakan yang lebih ketat agar bisa menekan penularan Covid-19.

Sementara itu, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan bahwa angka keterisian tempat tidur (bed occupancy) rumah sakit rujukan Covid-19 di tujuh provinsi berada di angka lebih dari 70 persen.

Baca juga: Intip Aktivitas Khofifah Jalani Isolasi Mandiri Pasca Positif Covid-19, Aktif di Media Sosial

Dari tujuh provinsi tersebut, lima di antaranya berada di Pulau Jawa, yakni provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DIY, dan Jawa Timur.

Gilbert Simanjuntak mengatakan, saat ini Jakarta tengah dilanda krisis ketersediaan tempat tidur dan lahan pemakaman khusus Covid-19.

Halaman
12
Editor: Sutrisman Dinah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved