Breaking News:

Lumpuh karena Kecelakaan Kerja, PT CKB Cuek, Ngadu ke Dewan, Tuntutan Riko Akhirnya Dipenuhi

Riko, pria anak tiga ini mengalami kecelakaan kerja di tempatnya bekerja PT Cipta Karya Baru (CKB)  hingga menyebabkan tubuhnya mengalami kelumpuhan

Editor: aminuddin
tribun sumsel
KECELAKAAN KERJA : Riko, warga Prabumulih, yang mengalami kecelakaan kerja di tempatnya bekerja PT Cipta Karya Baru (CKB) hingga menyebabkan tubuhnya menderia atau mengalami kelumpuhan. (SRIPOKU.COM/EDISON BASTARI) 

SRIPOKU..COM, PRABUMULIH - Malang nian nasib yang dialami Riko,  warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih.

Pria anak tiga ini mengalami kecelakaan kerja di tempatnya bekerja PT Cipta Karya Baru (CKB) hingga menyebabkan tubuhnya mengalami kelumpuhan.

Parahnya, pihak perusahaan tidak peduli dengan kondisi yang dialaminyadan membantu pengobatan.

Malah justru memberhentikan yang bersangkutan tanpa memberikan santunan.

Tak terima dengan hal itu, Riko dibantu Ormas Peduli Pekerja, yakni DPC Bravo 5 Kota Prabumulih meminta bantuan DPRD setempat  memfasilitasi mediasi dengan pihak perusahaan dan PT Pertamina EP Asset  2 selaku perusahaan induk pemberi pekerjaan PT CKB.

"Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dan menghubungi perusahaan CKB namun tidak pernah ada kepastian penyelesaian.

Riko mengalami lumpuh, dia punya anak tiga, menjadi tulang punggung keluarga, tapi lumpuh dan tinggal di bedeng tapi tidak ada perhatian perusahaan," ungkap Ketua Bravo 5 Prabumulih, Ir Heriyanto di hadapan pimpinan dan jajaran Komisi II DPRD Prabumulih, Rabu (20/1/2021).

Heriyanto mengaku, pihaknya meminta PT CKB selaku rekanan PT Pertamina EP Asset 2 agar merealisasikan tiga tuntutan Riko yakni  pengurusan klaim BPJS atau meminta dibantu mengurus penggantian kecelakaan kerja dari pihak BPJS dan meminta gaji dibayarkan full sesuai UMR, tanpa adanya potongan untuk membayar relief atau membayar karyawan pengganti.

"Lalu ketiga kami meminta penggantian biaya berobat selama melaksanakan berobat jalan semenjak kecelakaan sebesar Rp 46 juta, hanya tiga itu tuntutan kami," tegasnya.

Pertemuan itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Prabumulih, H Ahmad Palo SE, Kepala Dinas Tenaga Kerja  Kota Prabumulih, Ir Bambang Sukanton, Humas Pertamina EP Aset 2 Sutio dan korban Riko bersama keluarga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved