Breaking News:

Pelantikan Presiden AS

Presiden Trump Bersikap "Baik" Jelang Pelantikan Joe Biden, Kota Washington DC Bak Medan Perang

Menjelang acara pelantikan Presiden AS Terpilih Joe Biden, suasana kota Washinton DC bak medan perang. Kerahkan 25.000 pasukan Garda Nasional.

Instragram/Kamalaharris
Presiden terpilih Joe Biden dan Wapres Kamala Harris. 

SRIPOKU.COM --- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (74), dalam pidato perpisahan berdoa bagi pemerintahan baru, menunjukkan sikap sebagiai "good guy". Dan sempat mendoakan acara pelantikan presiden terpilih berlangsung aman.

Walaupun tanpa menyebut nama Presiden terpilih Joe Biden, karena Trump menolak untuk menawarkan konsesi penuh kepada Presiden terpilih dari partai Demokrat, Joe Biden yang memenangkan pemilu 3 November 2020 dengan 306 suara Electoral College dan Trump memperoleh 232.

Trump tidak akan menghadiri upacara pengambilan sumpah seperti tradisi penyerahan kekuasaan ke Gedung Putih. Trump justru berencana terbang ke Florida.

Baca juga: Situasi Tegang, Pelantikan Presiden AS Terpilih Joe Biden Kerahkan Artis

Baca juga: Ancaman Serangan Dari Dalam, Pelantikan Presiden Joe Biden Kerahkan 25.000 Pasukan Garda Nasional

"Minggu ini, kami meresmikan pemerintahan baru dan berdoa untuk keberhasilannya dalam menjaga Amerika tetap aman dan sejahtera," kata Presiden dari Partai Republik itu dalam sambutannya seperti dikutip Reuters, Rabu (20/01/2021).

"Kami menyampaikan harapan terbaik kami, dan kami juga ingin mereka beruntung," kata Trump.

Trump berkampanye dengan janji untuk "Membuat Amerika Hebat Lagi", meninggalkan Gedung Putih dengan lebih dari 400.000 orang meninggal karena virus corona yang paling banyak di dunia, ekonomi yang berjuang dari pandemi, dan hubungan tegang dengan sekutunya.

Selama berbulan-bulan, Trump mengatakan tanpa bukti bahwa pemilu telah dicurangi terhadapnya dan memberi tekanan pada pejabat negara untuk membatalkan hasil pemilu. Pada unjukrasa di dekat Gedung Putih pada 6 Januari lalu,

Baca juga: Drama Kepresidenan AS Berakhir, Donald Trump Dimkazulkan Parlemen AS

ia mendorong pendukungnya, untuk berbondong-bondong ke Gedung Kongres atau Gedung Capitol. Padahal ketika itu, anggota parlemen sedang melaksanakan sidang untuk mengesahkan kemenangan Presiden Terpilih Joe Biden dan Wapres Kamala Harris.

Trump telah bersembunyi di Gedung Putih selama minggu-minggu terakhir masa jabatannya, terguncang setelah kerusuhan pendukungnya di Gedung Capitol 6 Januari itu, yang menyebabkan lima tewas, termasuk diantaranya seorang perwira polisi penjaga Capitol Hill.

Aksi kerusuhan dan penyerbuan ini, membuat DPR AS memakzulkan Trump dengan tuduhan melakukan penghasutan, menjadikannya presiden pertama dalam sejarah AS yang di-impeach dua kali. Dia harus menghadapi tuntutan setelah lengser dari jabatannya.

Halaman
123
Editor: Sutrisman Dinah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved