Breaking News:

Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Pengrajin Ukiran Lokal 

Saat ini, kata Aufa, Dinas Provinsi Sumsel tengah merancang Peraturan Gubernur (Pergub) yang nantinya akan mengatur mengenai permasalahan tersebut.

jati purwanti
POSE : Masyarakat Berpose di depan gapura Griya Agung yang bermotif Tanjak. (SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Aturan pemasangan ornamen khas Sumsel di  gedung pemerintahan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan pengrajin ukiran lokal

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Aufa Syahrizal, mengatakan, dengan adanya peraturan tersebut akan berimbas  positif pada peningkatan pemesanan produk kerajinan ornamen khas Sumsel. 

"Selain pengrajin ornamen, pengrajin kain tradisional juga mendapatkan benefit dari sosialisasi yang dilakukan. Saya yakin pesanannya juga akan meningkat," katanya, Selasa (19/1/2021).

Aufa menjelaskan, nantinya penerapan kebijakan tersebut akan menyesuaikan dengan kearifan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah. 

"Aturan ini sementara hanya diwajibkan untuk bangunan pemerintahan.

Untuk swasta dan masyarakat umum sifatnya imbauan.

Namun, kita berharap mereka bisa ikut menyukseskan kebijakan ini," jelasnya. 

Menurut dia, beragamnya motif tanjak yang dimiliki masing-masing-masing wilayah di Sumsel tak menjadi halangan bagi tiap daerah untuk mengaplikasikannya di kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

"Kalau bangunan bisa menempelkan motif kain.

Sementara untuk gerbang itu bisa menggunakan tanjak.

Halaman
12
Penulis: Jati Purwanti
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved