Breaking News:

Begini Cara Agus Bisa Dapat Video Tak Senonoh dari Pria Lanjut Usia, Raup 100 Juta untuk Rehab Rumah

Dikatakan Agus. dalam mencari mangsanya, ia terlebih dahulu mengajak korban untuk melakukan video call kepada korban.

sripoku.com/rere
Pria yang diduga melakukan pemerasan dengan modus akan menyebarkan video tak senonoh ketika diamankan di Polda Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Agus (38), warga Kecamatan Sukarami,mendapat uang tak kurang dari Rp 100 juta lantaran memeras seorang pria lanjut usia.

Agus yang diamankan anggota Jatanras Polda Sumsel Rabu (20/1/2021) memanfaatkan video tak senonoh dari korbannya tersebut untuk mendapatkan pundi-pundi uang.

Diakuinya, uang yang didapat dari korbannya digunakan untuk merehab rumah.

Baca juga: Live Streaming Sinetron Buku Harian Seorang Istri SCTV 20 Januari, Pasha Tahu Nana Mantan Narapidana

Dikatakan Agus. dalam mencari mangsanya, ia terlebih dahulu mengajak korban untuk melakukan video call kepada korban.

Korbannya sendiri didapat dari grup WhatsApp yang dibentuk oleh tersangka. Dari grup WhatsApp inilah, tersangka mencari korbannya. 

Beberapa orang dichat tersangka dengan alasan sudah kenal dekat. Tersangka mulai membuka pembicaraan mengenai hubungan intim.

Namunn dari chat melalui whatsapp, tersangka mengaku sebagai seorang perempuan. Profil WhatsApp yang dipasang tersangka yakni seorang perempuan cantik yang sudah bersuami. 

Tersangka pun menyebut dirinya sebagai seorang tante.

Baca juga: Pak Suami Saya Pak Curhat Yunica ke Walikota, Berusaha Menggapai Tangan Suaminya Tergulung Longsor

Chat dengan calon korbannya, ia mulai mengajak untuk mengobrol tentang asusila. Korban mulai terpancing, sehingga diajak tersangka untuk melakukan VCS. 

Tersangka yang sudah mendapatkan video tanpa busana korban, langsung melancarkan aksinya untuk memeras korban.

"Kalau tidak mau mengirim uang yang aku minta, akan aku sebar video korban ke grup dan orang melalui WhatsApp," kata tersangka saat diamankan, Rabu (20/1/2021).

Tersangka selalu mencari korban seorang laki-laki yang mudah dirayu dan diajak untuk melakukan video call.

Saat itulah, tersangka meminta korban untuk tidak berbusana. Video inilah, yang nantinya menjadi alat untuk tersangka memeras korbannya hingga ratusan juta. 

Baca juga: Remaja Ini Lebih Empat Kali Sujud Saat Tunaikan Sholat Ashar hingga Bikin Jamaah yang Lain Curiga

Modus ini selalu digunakan tersangka untuk mencari calon korbannya.

Pemerasan dan pengancaman yang dilakukan tersangka, baru disadari korban ketika tersangka sudah meminta sejumlah uang. 

"Kepada korban yang sudah aku kenal, aku langsung mengaku laki-laki karena mereka itu guy.

Tetapi, kalau baru kena,l aku mengaku perempuan. Sudah punya suami, tapi suami ada di luar kota. Jadi butuh teman dan aku merayu korban," pungkasnya.

Sementara itu Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi menjelaskan, kasus ini terungkap setelah korban melapor ke Polda Sumsel bila sudah menjadi korban pemerasan yang dilakukan tersangka. 

Baca juga: Berikut 8 Fakta Kasus Kristen Gray Ajak WNA Menetap di Bali saat Pandemi Jadi Viral, Tuai Kecaman

"Ini modus yang digunakan tersangka untuk memeras korban. Setelah korban diajak VCS tidak berbusana, baru tersangka memeras korban," kata Suryadi.

Suryadi mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak terpengaruh dengan ajakan video call dengan cara apapun. Karena, banyak modus yang dilakukan pelaku penipuan dan pemerasan.

"Lelaki lebih mudah untuk jadi korban bujuk pelaku kejahatan. Dari itulah kami imbau, untuk waspada jangan mudah termakan bujuk rayu ajakan video call.

Bisa jadi seperti ini, pelaku seorang lelaki tetapi mengaku perempuan," kata Suryadi.
 

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved