Breaking News:

Air Kelapa Hijau Dibilang Bisa Netralkan Vaksin, Dinkes: Jangan Mudah Terpengaruh Hoax

Masyarakat harus jeli dan teliti, karena banyak berita hoax seputar vaksin Covid-19.Cek dahulu kebenarannya jangan ikut menyebarkan

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan Kota Palembang mengimbau masyarakat agar lebih jeli dan teliti dalam menerima informasi atau pemberitaan terkait vaksinasi Covid-19.

Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh dengan berita-berita dari yang belum jelas kebenarannya.. 

PLT Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Santy Mirza mengungkapkan, sedikitnya berdasarkan data dari Kominfo, ada 80 Berita Hoax terkait vaksinasi yang beredar selama ini. 

"Masyarakat harus jeli, teliti hati-hati dan cerdas dalam menerima berita yang belum tentu benar (hoax), jadi cek dulu kebenarannya dan jangan ikut men-share berita yang belum jelas sumbernya," katanya, Rabu (20/1/2021). 

Sejauh ini, pasca pelaksanaan vaskinasi untuk tenaga kesehatan Dinkes memantau tidak ada keluhan yang diterima dari mereka yang telah divaksin Covid-19. "Masih aman tidak ada keluhan atau KIPI," katanya.

Berita hoax yang banyak beredar beraneka bentuk baik tulisan maupun video yang beredar. Padahal sumber terkait informasi yang beredar itu banyak yang tidak sesuai fakta. 

"Contohnya, air kelapa hijau sebagai penawar efek racun vaksin. Itu tidak ada dalam penelitian apapun yang mengatakan air kelapa hijau bisa menetralkan atau menggangu fungsi dari vaksin,"katanya. 

Sementara itu, terkait distribusi vaksin di Kota Palembang, Alokasi distribusi PKM 23 Puskesmas telah berjumlah 4.044 vial. "Untuk sisanya belum kita terima lagi," tutupnya. (cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved