Breaking News:

Kasus Pembunuhan

PENGAKUAN Pembunuh Yuliana: Saya Tawar Rp 400 Ribu Selama 3 Jam, Baru Satu Kali, Dia Mau Pulang

Agus Saputra menuturkan bahwa nekat melakukan pembunuhan lantaran tidak puas dengan kesepakatan antara dirinya dengan korban.

TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA
Pembunuh Yuliana (25) perempuan muda yang tewas di kamar hotel Rio Palembang, akhirnya ditangkap, Minggu (17/1/2021). Identitas tersangka diketahui bernama Agus Saputra (24). 

PALEMBANG, SRIPO - Jajaran Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang berhasil mengamankan pelaku pembunuhan terhadap korban Yuliana (25), janda dua anak, di kamar Hotel Rio, Palembang.
Tersangka, yakni Agus Saputra (24) yang tinggal di Jalan Rimba Kemuning, Kecamatan Kemuning, Palembang.

Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka mencoba melawan petugas hingga akhirnya terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur di kakinya.

Saat diamankan oleh pihak kepolisian, tersangka hanya tertunduk sambil menahan sakit akibat peluru yang bersarang di kedua kakinya.

Ketika perkaranya digelar di Polrestabes, Palembang, Agus Saputra menuturkan bahwa nekat melakukan pembunuhan lantaran tidak puas dengan kesepakatan antara dirinya dengan korban.

"Awalnya korban minta uang Rp700 ribu selama 3 jam namun saya tawar menjadi Rp400 ribu, baru melakukan hubungan satu kali, korban hendak pulang, saya ajak berhubungan sekali lagi, korban menolak dari situ saya khilaf melakukan pembunuhan," jelasnya, Senin (18/1/2021).

Lanjut pengusaha jual beli online ini, mengatakan kalau awalnya tidak ada niat untuk membunuh korban. "Saya hanya membekap mulut, setelah itu niatnya untuk mengikat kaki dan tangan korban. Tidak taunya korban tidak bernyawa lagi," ungkapnya yang mengaku baru pertama kali menggunakan jasa korban dan kenal dengan korban.

Lanjutnya, sangat menyesal usai melakukan pembunuhan, dan selama pelarian tidak kemana - mana. "Sembunyi di rumah kontrakan saja pak, tidak kemana - mana, tetapi usai kejadian sering di datangi arwah korban yang menghantui dalam mimpi saya," katanya.

Usai melakukan aksi ini, Agus pun tidak meninggalkan kota Palembang, ia hanya bersembunyi di kosannya yang terletak di Lorong Buyut, Kemuning, Palemban. " Saya tidak kabur kemana pak, namun hanya bisa pasrah saja," ungkap sambil menahan sakit.

Sementara, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat Mulyana didampingi Kanit Pidum, AKP Robert Siombing mengatakan 12 hari buron kasus ini pelaku akhirnya di tangkap dirumahnya.

"Alhamdulillah berkat kesigapan dan kesabaran anggota gabungan Polda dan Polrestabes Palembang berhasil menangkap pelaku di tempat persembunyiannya, Minggu (17/1) di rumah kontrakan," kata Irvan.

Pelaku sendiri, lanjut Irvan mengakui semua perbuatannya. "Pelaku akan di kenakan pasal 338 KUHP atau 351 ayat 3 KUHP atau pasal 365 ayat 3 KUHP," terangnya.

Barang bukti diamankan, 1 helai selimut, 1 helai baju lengan panjang warna kuning, 1 baju kaos hitam, 1 celana panjang biru, 1 bantal, 1 anting-anting perak, 1 kotak hp vivo Y20, sepeda motor BG 4674 WG, dan lainya.

Terpisah, dibalik meninggalnya korban Yuliana, usai keluarga korban melapor ke Polrestabes, Palembang anggota penyidik Pidum satreskrim Polrestabes Palembang, Brigadir Faisal juga sempat sering di datangi arwah korban Yuliana dalam mimpinya sebelum pelaku ini ditangkap.

"Saya mimpi seperti di panggil-panggil korban, pak tolong saya, pak tolong saya," ungkap Faisal.

Namun, usai terbawa mimpi dan pelaku tertangkap, lanjut penyidik Pidum ini, dirinya pun lega."Pelaku belum ditangkap saat itu, wajar saya, saya di datangi dalam mimpi. Yang jelas korban minta bantuan," ungkapnya. (diw)

Editor: Wiedarto
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved