Breaking News:

Kasus Pembunuhan

"PAK Tolong Saya", Setiap Malam Arwah Yuliana Kerap Datang Lewat Mimpi: Brigadir Faisal Kini Lega

Ada cerita aneh menimpa penyidik kasus ini. Selama pelakunya belum tertangkap, setiap malam ia kerap bermimpi didatangi arwah korban.

ist/dok polisi
Korban Yuliana dan anggota Polrestabes Palembang saat menanyai saksi di lokasi TKP 

PALEMBANG, SRIPO - Jajaran Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang berhasil mengamankan pelaku pembunuhan terhadap korban Yuliana (25), janda dua anak, di kamar Hotel Rio, Palembang.
Tersangka, yakni Agus Saputra (24) yang tinggal di Jalan Rimba Kemuning, Kecamatan Kemuning, Palembang.
Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka mencoba melawan petugas hingga akhirnya terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur di kakinya.

Saat diamankan oleh pihak kepolisian, tersangka hanya tertunduk sambil menahan sakit akibat peluru yang bersarang di kedua kakinya.

Ada cerita aneh menimpa penyidik kasus ini. Selama pelakunya belum tertangkap, setiap malam ia kerap bermimpi didatangi arwah korban.

Usai keluarga korban melapor ke Polrestabes Palembang, anggota penyidik Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang, Brigadir Faisal juga sempat sering di datangi arwah korban Yuliana dalam mimpinya sebelum pelaku ini ditangkap.

"Saya mimpi seperti di panggil-panggil korban, pak tolong saya, pak tolong saya," ungkap Faisal.

Namun, usai pelaku tertangkap, lanjut penyidik Pidum ini, dirinya pun lega."Wajar saya di datangi dalam mimpi. Yang jelas korban minta bantuan," ungkapnya.

Ketika perkaranya digelar di Polrestabes, Palembang, Agus Saputra menuturkan bahwa nekat melakukan pembunuhan lantaran tidak puas dengan kesepakatan antara dirinya dengan korban.

"Awalnya korban minta uang Rp700 ribu selama 3 jam namun saya tawar menjadi Rp400 ribu, baru melakukan hubungan satu kali, korban hendak pulang, saya ajak berhubungan sekali lagi, korban menolak dari situ saya khilaf melakukan pembunuhan," jelasnya, Senin (18/1/2021).

Lanjut pengusaha jual beli online ini, mengatakan kalau awalnya tidak ada niat untuk membunuh korban. "Saya hanya membekap mulut, setelah itu niatnya untuk mengikat kaki dan tangan korban. Tidak taunya korban tidak bernyawa lagi," ungkapnya yang mengaku baru pertama kali menggunakan jasa korban dan kenal dengan korban.

Lanjutnya, sangat menyesal usai melakukan pembunuhan, dan selama pelarian tidak kemana - mana. "Sembunyi di rumah kontrakan saja pak, tidak kemana - mana, tetapi usai kejadian sering di datangi arwah korban yang menghantui dalam mimpi saya," katanya.

Halaman
1234
Editor: Wiedarto
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved