Breaking News:

Truk ODOL Bebas Lalu-lalang di Jalintim OKI, Sosialisasi Tidak Digubris, Dishub Tidak Bisa Menindak

faktor pemicu pengemudi Truk ODOL masih membandel, karena belum adanya penindakan yang tegas bagi para pelanggar

ho/sripoku.com
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Antonio Romadhan MM. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Truk kategori Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) masih lalu lalang di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Sosialisasi aturan terhadap pelanggaran kelebihan dimensi dan kelebihan muatan angkut barang atau ODOL tidak digubris, karena tidak diikuti dengan penindakan.

Kepala Dinas Perhubungan OKI, Antonio Ramadhan MM mengatakan,  faktor pemicu pengemudi Truk ODOL masih kerap membandel,  karena belum adanya penindakan yang tegas bagi para pelanggar.

"Kami tidak bisa menindak tegas para pengemudi Truk ODOL karena belum ada perintah," kata Antonio, Minggu (17/1/2021).

Antonio mencontohkan apa yang sudah dilakukan di pulau Jawa. Disana truk ODOL yang melebehi kapasitas muatan dipotong atau dibongkar muatannya.

Dia katakan, Dirjen Perhubungan Darat berkeinginan pada 2023 mendatang harus bebas ODOL.

"Di Jawa sudah mulai ditindak tegas, tapi kalau di Sumsel khususnya OKI belum ada penindakan ODOL," tandasnya.

Menjamurnya truk ODOL memang menimbulkan banyak dampak negatif, yakni dapat membahayakan keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.

"Truk ODOL juga menjadi penyebab kerusakan infrastruktur,  membuat umur jalan semakin pendek, jembatan pun ikutan rusak,"

"Untuk perbaikannya pun tidak semudah seperti di jalan tol yang memang terdapat biaya pemeliharaan sendiri," terangnya.

Kemudian, menyinggung penertiban kendaraan ODOL di dalam Tol seperti Palembang-Kayuagung pihak Dishub OKI belum memiliki rencana dalam waktu dekat.

Kalau sebelumnya memang Hutama Karya sudah pernah melakukan razia, alhasil banyak yang terjaring.

"Harapannya mudah-mudahan dalam waktu dekat penertiban ODOL di Sumsel khususnya jalan lintas timur kabupaten OKI dapat segera diberlakukan," katanya.

Sementara salah satu kernet truk, Beni mengatakan truk dengan muatan barang melebihi kapasitas yang banyak melintas di jalan lintas timur, alasannya  karena untuk menghemat biaya. 

"Kalau harus sesuai ketentuan pengusaha tidak mau merugi untuk biaya ongkosnya. Padahal resikonya besar tapi mau bagaimana lagi ini yang terjadi dan sejauh ini tidak ada kendala," katanya. (Nando Zein)

Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved