Vaksin Covid19 di Sumsel

Tenaga Kesehatan di RS Pusri Masih Ada yang Belum Terima Notifikasi Vaksinasi Covid-19

Meski demikian, tenaga kesehatan di RS Pusri belum ada yang mendapat vaksinasi Covid-19, bahkan ada yang belum mendapat notifikasi dari Kemenkes.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
sripoku.com/jati
Profesor Yuwono, Dirut RS Pusri. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Vaksinasi Covid-19 di provinsi Sumsel telah dimulai pada 14 Januari lalu.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, bersama unsur Forkopimda Sumsel merupakan beberapa orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 di Sumsel.

Adapun kelompok prioritas menerima vaksinasi Covid-19, yakni tenaga kesehatan. Meski demikian, tenaga kesehatan di RS Pusri belum ada yang mendapat vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Cerber Rumayok (29) : Tidipako Statussa

Padahal, sejumlah tenaga kesehatan di berbagai rumah sakit di kota Palembang juga menjalani vaksinasi Covid-19 sat hari pasca Deru dan unsur Forkopimda Sumsel divaksin.

Direktur RS Pusri, Prof Yuwono, mengatakan saat ini belum dilakukan penyuntikan vaksin untuk tenaga kesehatan di rumah sakit milik perusahaan BUMN ini. 

"Belum (ada vaksinasi). Kami baru didata oleh dinkes. Insya  Allah beberapa pekan ke depan sudah dapat vaksinnya," kata ahli mikrobiologi di Sumsel ini, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: Mertua dan Menantu Ini Kompak Bobol Rumah, Tak Gentar saat Ditangkap Polisi, Keluarkan Tembakan

Yuwono menyebutkan, terdapat sekitar 100 tenaga kesehatan yang akan diberikan vaksin di RS Pusri

"Belum. Sebagian tenaga kesehatan dapat notifikasi dari Kemenkes dan sebagian belum," ujar dia. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Lesty Nuraini,  mengatakan vaksinasi tahap pertama dimulai sejak 14 Januari 2021 hingga akhir Februari 2021.

Sasaran penerima vaksin ini diprioritaskan dari tenaga kesehatan dan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDM-K). 

"Yang pertama untuk tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang jumlahnya sekitar 51.708dan bisa bertambah.

Untuk seluruh masyarakat bisa lebih dari setahun, tergantung kesediaan vaksin dari pusat," kata Lesty.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved