Breaking News:

Bisa Buang Bahan Bakar, Hentikan Kebiasaan Panaskan Mesin Mobil Sebelum Jalan, Ini Penjelasannya!

Teknologi mesin sekarang ini kebanyakan sudah menggunakan valve adjuster, secara fungsi untuk menahan oli tidak langsung turun ke penampungan

doc
Starter mobil. 

SRIPOKU.COM - Sudah bukan hal baru bila kita sering memanaskan mobil dahulu sebelum melakukan perjalanan.

Kebiasaan memanaskan mobil ini tampak menjadi ajaran turun temurun.

Biasanya hal ini dilakukan agar semua komponen pada mobil dalam keadaan siap pakai.

Terkadang menyalakan mesin sekitar tiga hingga lima menit, setelah itu baru mulai jalan ke tempat tujuan. Lantas, yang menjadi menjadi pertanyaan apakah masih berlaku untuk mobil keluaran terbaru?

Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong Deni Adrian, mengatakan untuk mobil produksi sekarang ini sudah tidak perlu seperti itu.

Faktor utama karena sudah dilengkapi dengan teknologi canggih, contoh Toyota telah menyematkan mesin berteknologi variable valve timing with intelligence (VVT-i).

“Itu hanya salah satunya, masih banyak lagi faktor yang membuat mobil sekarang ini tidak perlu dipanaskan dulu sebelum mulai jalan,” ucap Deni saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Mekanik Bengkel TAG Veteran saat melakukan servis mobil pelanggan, Selasa (21/7/2015).
Ilustrasi servis mobil (DOC SRIPOKU.COM)

Service Head Auto2000 Bekasi Sapta Agung Nugraha juga mengatakan hal serupa. Menurut dia memanaskan mobil hanya akan membuang bahan bakar minyak (BBM) saja, karena teknologi terkini mempermudah pemilik mobil.

Menurut Sapta, teknologi mesin yang sudah ada sekarang ini kebanyakan sudah menggunakan valve adjuster, secara fungsi untuk menahan oli tidak langsung turun ke carter atau penampungan, sehingga ketika mesin bekerja, oli bisa langsung melumasi bagian mesin.

“Beda dengan mobil dulu, yang memang harus dilakukan pemanasan mesin agar sistem pelumasan tersebar ke seluruh komponen,” ucap Sapta.

Bahkan, oli dari carter bisa lebih cepat naik ke mesin karena telah didukung teknologi oli pump dan oli sekarang juga visikositasnya jauh lebih baik ketimbang leluaran dulu.

 Sekarang sudah didukung oleh sensor-sensor seperti temperatur lingkungan dan temperatur oli,” kata Sapta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Budaya Turun-temurun Panaskan Mesin Mobil, Apakah Masih Perlu?",

Editor: Shafira Rianiesti Noor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved