Breaking News:

Tim Pencari Ungkap Kondisi Miris Bodi Sriwijaya Air, Bak Kerupuk Dikremes

Yayan mengatakan kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 yang begitu parah itu yang membuat pencarian black box juga sempat terkendala.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Tim penyelam gabungan dari Ditpolairud, Polda Metro Jaya, Polda Banten dan Pas Pelopor Korps Brimob Polri membantu proses pencarian korban dan tubuh pesawat Sriwijaya Air SJ182 di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Minggu (10/1/2021). 

JAKARTA, SRIPO -- Hingga hari keempat kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182, tim SAR gabungan belum menemukan potongan besar besar pesawat jenis Boeing 737-500 buatan Boeing Commercial Airplanes tersebut.

Para penyelam dari Marinir, Kopaska AL, Denjaka, Taifib, Polarud, dan satuan lainnya hanya menemukan potongan-potongan kecil dari pesawat tersebut.

Ada dugaan pesawat Sriwijaya Air itu memang sudah hancur berkeping-keping tanpa menyisakan potongan besar.

Baca juga: Sriwijaya Air SJ182 tak Meledak di Udara, Diduga Menghujam Laut, Penyelam Sebut Kondisi Hancur Lebur

Komandan Satuan Tugas Laut Operasi SAR Sriwijaya Air 182, Laksamana Pertama Yayan Sofya, mengibaratkan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ini bak kerupuk yang dicengkeram dengan keras sehingga hanya puing-puing ukuran kecil yang tersisa.

Yayan menyebut kecelakaan pesawat Sriwijaya Air yang terjadi pada Sabtu (9/1) siang lalu berbeda dengan kecelakaan yang dialami maskapai Air Asia pada 2015 silam. Kala itu, masih ada jasad korban yang ditemukan dalam terikat di kursi penumpang.

”Berbeda dengan Air Asia misalnya, masih ditemukan beberapa korban yang terikat di kursi. Tiga orang. Sekarang berbeda,” kata Yayan saat memberi keterangan di atas Kapal KRI Semarang, Kawasan Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin malam (11/1).

Baca juga: Suasana Bawah Laut Saat Evakuasi Korban Sriwijaya Air SJ182,Ada Bangkai Pesawat hingga Potongan Baju

Yayan menduga pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh dalam dengan posisi menukik tajam, sehingga tubuh pesawat hancur hingga menjadi puing-puing kecil. Berbeda dengan kecelakaan pesawat Air Asia kala itu.

”(Air Asia) Pada saat jatuh tidak langsung menghujam. Ada landainya. Ini (Sriwijaya) kayak kerupuk dikremes, (sehingga) belum ada bongkahan besar. Kebanyakan puing-puing,” ujarnya.

Yayan mengatakan kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 yang begitu parah itu yang membuat pencarian black box juga sempat terkendala. Meski pada akhirnya black box berhasil ditemukan pada Selasa (12/1) kemarin oleh para penyelam TNI AL.

Baca juga: Cerita Penyelam Lakukan Pencairan Jenazah Korban Sriwijaya Air Sj 182 Seperti Masuk Dunia Lain

Hingga memasuki hari keempat operasi pencarian Sriwijaya Air SJ-182 di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Basarnas telah menemukan sebanyak 114 kantong jenazah.

Menurut Direktur Operasional Basarnas Brigjen (Mar) Rasman, 74 dari 114 kantong jenazah itu berisikan bagian tubuh yang diduga korban Sriwijaya Air SJ-182.

"Data terakhir pertama bagian tubuh atau body part sampai saat ini adalah 74 kantong, serpihan kecil pesawat 16 kantong, potongan besar ada 24 kantong. Itu data terakhir agar jangan sampai ada di antara kita yang memberikan data di luar itu. Jadi harus ada satu sumber terkait data agar tidak simpang siur," kata Rasman di Posko Terpadu JICT II, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021).

Ia menuturkan total personel yang terlibat dalam giat pengamanan kali ini berjumlah 3.600 orang. Mereka merupakan personel gabungan dari TNI-Polri dan Basarnas.

"Sampai saat ini potensi yang terlibat masih sekitar 3.600-an orang dengan segala tugas dan fungsinya dan memang tetap kita fokuskan di TKP untuk pencarian dan pertolongan," jelasnya. (tribun network/sat/igm/dod)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved