Breaking News:

Berita OKU Selatan

Mengenal Nidi Firdaus Korban Krisis Moneter 1998 yang Kini Jadi Camat Kisam Tinggi OKU Selatan

Berawal dari korban krisis moneter 998 silam, dimana dirinya di-PHK, menjadi titik awal sepak terjang Nidi Firdaus SPd untuk menjadi seorang camat. 

sripoku.com/alan
Camat Kisam Tinggi, Nidi Firdaus. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Berawal dari korban krisis moneter 998 silam, dimana dirinya di-PHK, menjadi titik awal sepak terjang Nidi Firdaus SPd untuk menjadi seorang camat. 

Kini, Nidi berstatuskan Camat Kisam Tinggi, Kabupaten OKU Selatan, provinsi Sumatera Selatan.

Ketika krisis monter 1998, Nidi yang kerja di salah satu perusahaan swasta kena PHK.

Ia lantas pulang kampung untuk menjadi seorang tenang honor di kantor SD.

Baca juga: Hari ke-4, Tim Pencarian Alami Kendala, Gelombang di Lokasi Evakuasi Sriwijaya Air Sempat Tinggi

Setelah kepulangannya dari Pulau Jawa ke kampung halaman di Desa Tenang, Kecamatan Kisam Tinggi, OKU Selatan, Nidi memutuskan bekerja sebagai tenaga honorer penjaga SD.

Setidaknya, pahit manisnya sebagai tenaga honorer ia jalani selama tiga tahun.

"Pasca pulang kampung, langsung honor di SD mulai 1998 hingga tahun 2000, pada saat bulan Maret Tahun 2000 ade tes penjaga sekolah, alhamdulillah langsung lulus," ujarnya.

Nidi, anak sulung yang berasal Marga Kisam suku Basemah , lahir pada 18 Januari 1978 di Desa Tenang Kecamatan Kisam Tinggi OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan dari pasangan Chairul Saleh dan Masdiana.

Ia mengakhiri masa lanjangnya setelah menikah dengan Heri Umami SPd di tahun 2000.

Halaman
123
Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved