Berita Palembang
Jembatan Musi 6 Diresmikan, Ini Pesan Katim Hergon Jatanras Polda Sumsel untuk Warga Palembang
Katim Opsnal Unit 1 Jatanras Polda Sumsel, Aiptu Heri Kusuma Jaya atau lebih dikenal dengan Katim Heri Gondrong mengimbau kepada masyarakat
Penulis: Bayazir Al Rayhan | Editor: Welly Hadinata
Laporan wartawan Sripoku.co, Bayazir Al Rayhan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejak diresmikan oleh pemerintah, Jembatan Musi 6 yang menghubungkan antar seberang ulu dan ilir Kota Palembang menjadi ramai dipadati oleh masyarakat.
Keramaian ini dikarenakan masyarakat banyak yang ingin mengabadikan keindahan yang tampak dari Jembatan Musi 6, terutama di waktu malam hari.
Kilauan lampu warna-warni yang ditampilkan pada Jembatan Musi 6 tersebut menjadikan jembatan musi 6 sebagai daya tarik masyarakat untuk berfoto di jembatan yang belum lama diresmikan tersebut.
Akibatnya, jembatan yang seharusnya digunakan sebagai penghubung tersebut disalahgunakan oleh masyarakat menjadi tempat parkir kendaraan warga yang ingin berfoto di musi 6 tersebut.
Bahkan tak jarang, arus lalu lintas dijembatan musi 6 menjadi macet akibat dari kendaraan masyarakat yang terparkir di badan jalan jembatan tersebut.
Katim Opsnal Unit 1 Jatanras Polda Sumsel, Aiptu Heri Kusuma Jaya atau lebih dikenal dengan Katim Heri Gondrong mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak memahami fungsi dari jembatan tersebut.

Baca juga: Mengenal Nama-Nama Anggota Jatanras Pimpinan Katim Heri Gondrong Sering Ungkap Kasus Kejahatan Besar
Baca juga: Katim Heri Gondrong Bagikan Tips dan Trik Cara Hindari Kejahatan Jambret di Jalan
Baca juga: Viral Aksi Pemalakan Sopir Truk di Pintu Keluar Tol Palembang, Katim Heri Gondrong Buka Suara

Jembatan yang seharusnya menjadi penghubung sebaiknya tidak digunakan sebagai spot baru untuk berswafoto karena dapat menyebabkan kemacetan.
"Gunakanlah jembatan tersebut sebagai penghubung antara Ilir dan Ulu. Jadi untuk masyarakat jangan dibiasakan berdiri-diri, berfoto-foto yang akan menimbulkan kemacetan," kata Katim Hergon, Minggu (10/1/2021).
Masyarakat pun diminta untuk saling menjaga aset kota Palembang yang menjadi daya tarik tersendiri ditengah masyarakat saat ini.
"Dalam artian jangan dicoret-coret, lampu yang ada dijembatan jangan sampai dirusak yang mana dapat merusak keindahan dari jembatan tersebut," lanjut Katim.
Lanjutnya, Katim mengimbau kepada masyarakat terutama kaum muda untuk tidak duduk dan nongkrong dijembatan tersebut, terlebih lagi sampai minum dan mabuk dipinggir jembatan yang bisa saja mengundang unsur tindak kejahatan.
"Apalagi kalau dimalam hari, banyak dijadikan tempat tongkrongan, mabuk, itu bisa saja mengundang tindak kriminalitas, jadi sekali lagi gunakanlah jembatan tersebut sebagai penghubung jalan agar tidak terjadi kemacetan di Kota Palembang," kata Heri Gondrong.