Breaking News:

Tak Bisa Sembarangan, Ini Syarat Yang Wajib Dipenuhi Kalau Anda Ingin Masuk ke Sumsel

Meski penetapan PSBB ini hanya diberlakukan di Jawa dan Bali, namun wilayah lain pun tetap mengetatkan pemeriksaan di setiap pintu masuk wilayah.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Ahmad Sadam Husen
IST/NET
Petugas PT KAI melayani penumpang kereta api dengan protokol kesehatan ketat. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Masih mengkhawatirkannya angka positif masyarakat yang terinfeksi virus corona membuat Pemerintah Indonesia memutuskan kembali memberlakukan PSBB di Pulau Jawa dan Bali.

Peraturan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar ini efektif mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021 nanti.

Meski penetapan PSBB ini hanya diberlakukan di Jawa dan Bali, namun wilayah lain pun tetap mengetatkan pemeriksaan di setiap pintu masuk wilayah, tak terkecuali di Sumatera Selatan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini, meski Sumsel tidak menerapkan PSBB seperti di Jawa dan Bali namun untuk menekan kasus Covid-19 pihaknya terus memperketat pengamanan di masuk kedatangan ke Sumsel.

Pengamanan ini dilakukan baik di pintu tol, bandar udara, maupun di pelabuhan.

“Jadi, memang sejak awal kita sudah melakukan pengetatan di pintu masuk Sumsel."

"Bahkan, semua masyarakat di luar Sumsel yang mau masuk ke wilayah kita harus memiliki bukti pemeriksaan rapid test antigen,” katanya, Rabu (6/1/2020).

===

Lesty menyebutkan, sejak Desember 2020 lalu pihak Dinas Kesehatan telah menyediakan layanan rapid test gratis di pintu masuk Tol Kayuagung.

Layanan ini tersedia hingga 8 Januari 2021 pada pukul 08.00-10.00 WIB dan 15.00-17.00 WIB.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved