Sebab Wakil Presiden Maruf Amin tak Ikut Divaksinasi Sinovac bersama Presiden Joko Widodo

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Wakil Presiden lantaran banyaknya masyarakat yang mempertanyakan. 

Editor: Fadhila Rahma
bentengsumbar.com
Ma'ruf Amin dan Joko Widodo. 

SRIPOKU.COM - Penyebab Wakil Presiden Maruf Amin tak ikut divaksinasi bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Wakil Presiden lantaran banyaknya masyarakat yang mempertanyakan. 

Diketahui sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengumumkan bahwa dirinya akan segera di vaksinasi covid-19 usai izin BPOM terbit.

Adapun jadwal vaksinasi akan mulai dilakukan pertengahan Januari, atau lebih tepatnya pada Rabu, 13 Januari 2021 mendatang.

"Insya Allah nanti minggu depan ini dimulai, sudah dimulai disuntik vaksin. Nanti yang pertama kali disuntik saya," kata Jokowi dalam acara pemberian bantuan modal kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Tidak hanya presiden yang akan melakukan vaksin, namun Jokowi juga menjadwalkan jajaran kabinet Indonesia maju untuk turut di vaksinasi Covid-19.

Sementara Wakil Presiden Ma'ruf Amin hingga saat ini dikabarkan belum dapat mengikuti pemberian vaksin perdana tersebut. Hal ini pun menjadi pertanyaan sejumlah kalangan.

Menanggapi hal tersebut Juru Bicara Wakil Presiden mengatakan, penyebab Wapres belum melakukan vaksinasi bersama Jokowi.

"Enggak (divaksin bersama Jokowi). Vaksin itu kan khusus umur 58 tahun ke bawah, khusus Sinovac. Abah (Ma'ruf) nunggu dulu vaksin berikutnya yang bisa dimungkinkan secara umur di atas 58 tahun," tuturnya

Sementara Juru Bicara Wapres mengatakan bahwa saat ini pemerintah pusat tengah berusaha menyiapkan vaksinasi untuk umur 58 tahun keatas.

"Jadi itu kan pemerintah sedang mengikhtiarkan yang insyaallah pada bulan April itu akan datang," tegas Juru Bicara Wapres, Masduki, Selasa (5/1/2020).

Vaksin Sinovac dalam program vaksinasi tahap satu hanya untuk usia 18-56 tahun.

Alasannya, uji klinik yang dilakukan diikuti peserta dalam rentang usia tersebut.

Sebelumnya, Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI) menerbitkan surat rekomendasi kriteria penerima vaksin Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved