Breaking News:

Evaluasi Diri

Me­la­kukan Evaluasi Diri Saat Pergantian Tahun

Tahun 2020 sudah berlalu dan  kalendar tahun 2021 pun sudah menggantikannya, berarti ja­tah umur kita hidup di dunia ini sudah berkurang satu tahun.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Drs H. Syarifuddin Ya’cub M.HI 

Bahwasanya sesudah selesai ja­hannam diciptakan, lalu Allah SWT menyalakannya selama 1000 tahun sampai merah, 1000 tahun lagi sampai putih, dan 1000 tahun lagi hingga hitam gelap, dan sejak itu terus nyala membara tidak kenal padam sesaatpun.

Demi Allah jika terjadi kebocoran sebesar lubang jarum saja, pasti penghuni dunia musnah terbakar hangus akibat panasnya.

Demi Allah, jika  kain/baju penghuni neraka ditanggalkan di antara langit-bumi, pasti binasa penghuni dunia akibat panas dan basinnya.

Demi Allah, jika satu mata rantai neraka diletakkan di atas bukit, pasti bukit/gunung itu mencair sampai ke bawah bu­mi yang ketujuh.

Demi Allah jika seseorang disiksa di kutub barat, pasti masyarakat kutub timur hangus terbakar karena panasnya.

Neraka jahannam adalah sangat dalam, dihiasi besi, air campur nanah minuman (peng­hu­ni­nya), potongan api pakaiannya.

Di sana terdapat 7 pintu setiapnya ada bagian tertentu dari pria dan wanita.

Tanya Nabi Muhammad SAW: "Pintunya  apakah seperti pintu-pintu ru­mah kami?

Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, satu dengan lainnya berjarak 70.000 ta­hun, setiapnya 70x lipat dari lainnya.

Lalu musuh-musuh Allah dihalau, sampai ke pintu di­sebut malaikat Zabaniyah dengan rantai belenggu, rantai dimasukkan mulut mereka hingga menembus pantat, tangan kiri diikat ke leher, tangan kanan dimasukkan dada menembus ba­hu, syetan merangkul setiap manusia yang masuk kedalamnya dan malaikat menyambut de­ngan pukulan besi, mereka tidak dapat keluar darinya.

Selanjutnya Nabi Muhammad SAW bertanya: "Siapakah yang masuk lewat pintu-pintu ter­se­­but?

Jawabnya: "Orang Munafik, melewati pintu paling bawah, termasuk orang kafir a­ki­bat menentang mu'jizat Nabi Isa as., dan golongan Fir'un, nama pintu itu Al-Hawiyah.

Se­da­ng pintu kedua disebut Jahim dan yang melewatinya adalah kaum musyrikin.

Dan pintu ketiga disebut Saqar, dilewati kaum Shabi'in.

Dan pintu keempat disebut Ladhaa di­lewati Ib­lis dan penyembah api (Kaum Majusi) Dan pintu kelima disebut Huthamah, di­le­wati orang-orang Yahudi.

Dan pintu keenam disebut Sa'ir, dilewati orang-orang Kristen.

Kemudian diamlah Jibril, rupanya dia menghargai Rasulullah SAW sampai beliau ber­tanya:" Kenapa pintu ketujuh tidak engkau jelaskan, Jibril?

Jawabnya:" Pintu yang dilewati um­matmu yakni orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar, tetapi tidak ber­taubat hi­ngga datang ajalnya (sampai mati).

Lalu beliau pingsan mendengar penjelasan ter­sebut, sampai Jibril meletakkan kepala beliau di atas pangkuannya, baru setelah sadar beliau ber­sabda: "Hai Jibril, sungguh aku sangat gelisah dan penuh prihatin, betulkah se­se­orang dari umatku akan masuk neraka?

Jawabnya: "Betul, yakni umatmu yang selalu melakukan dosa-dosa besar".

Lalu beliau menangis diikuti dengan tangisnya Jibril as, hingga beliau masuk rumah tidak ke­luar, kecuali melakukan shalat dan tiada seorangpun yang diajak berbicara, diwaktu sha­latpun beliau menangis, selalu berdo'a kepada Allah SAW.

Kemudian datanglah Abu Bakar pada hari ketiga :"ASSALAMU'ALAIKUM YAA AHLA BAITIR RAHMAN  kira-kira aku bo­leh menemui beliau?

Mereka tidak memastikan jawabannya, sampai ia ikut me­na­ngis pula, ber­ikutnya datanglah Umar memberi salam dan mohon diperkenankan seperti Abu Bakar, tetapi jawabnya sama, lalu menangis pula.

Selanjutnya Salman Al-Farisi, mem­beri salam dan mohon diperkenankan seperti Abu Ba­kar, tetapi dijawab sama oleh keluarga be­liau, akhirnya ia jatuh–bangun sambil menangis, hingga ke rumah Ftimah, menyam­pai­kan ten­tang keadaan Rasululah SAW.

Segera Fa­ti­mah datang menemui Rasulullah SAW se­telah menerima informasi dari Salman Al-Farisi ter­sebut.

Katanya: "Ya Rasul, aku Fatimah".

Beliau tengah bersujud seraya menangis, ke­ti­ka men­de­ngar suara putrinya, be­liau bangun dan mempersilahkan dia masuk Fatimah ma­suk.

Melihat Nabi Muhammad SAW wajahnya pucat karena terlalu banyak menangis sedih.

Ia ikut menangis juga dan bertanya:" Ya Rasul, Apakah yang terjadi pada dirimu?

Be­liau menjawab:" Jibril datang dan menjelaskan sifat-sifat neraka Jahannam kepadaku.

Dan dijelaskan pula bahwa: "Ba­gian Jahannam yang pa­ling atas adalah diperuntukan bagi umatku yang berbuat dosa-dosa besar, oleh karena itulah aku berduka/sangat sedih dan ti­dak henti-hentinya aku menangis.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved