Breaking News:

Deru tak Batasi Pendatang Jawa dan Bali, Asal Sehat Silakan ke Sumsel

Menurut Deru, pembatasan akses masuk dan keluar wilayah Jawa dan Bali memang memiliki pengaruh bagi masyarakat Sumsel.

Editor: Soegeng Haryadi
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Personel gabungan sedang melaksanakan gelar Operasi Yustisi Pencegahan Covid-19 di Jalan Daan Mogot Km 15, Kalideres, Jakarta Barat, untuk menjaring pelanggar protokol kesehatan, Senin (23/11/2020). Kegiatan ini dilakukan terkait perpanjangan PSBB masa transisi selama 2 pekan yang berlaku mulai 23 November hingga 6 Desember mendatang sesuai dengan keputusan gubernur Provinsi DKI Jakarta No 1100 tahun 2020. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

"Kita akan mengkaji lagi setelah jalannya vaksinasi. Kita akan buat kebijakan setelah vaksinasi dan dianalisis epidemiologi, apakah kegiaatan sekolah akan dilaksanakan offline setelah vaksin dilakukan masif atau sambil bejalanya vaksin," katanya.

Baca juga: Usai Rapat Virtual Bersama Presiden Jokowi, Herman Deru Wajibkan Masyarakat Sumsel Divaksin Covid-19

Menurut Deru, vaksinasi akan mulai dilakukan pada 14 Januari 2021, dimulai dari para pemimpin-pemimpin dan tenga kesehatan (Nakes).

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini, mengatakan, meski Sumsel tidak menerapkan PSBB seperti di Jawa dan Bali namun untuk menekan kasus Covid-19, pihaknya terus memperketat pengamanan di masuk kedatangan ke Sumsel.

Pengetatan akses dilakukan di pintu tol, bandar udara, dan pelabuhan.

“Jadi, memang sejak awal kita sudah melakukan pengetatan di pintu masuk Sumsel. Bahkan, semua masyarakat di luar Sumsel yang mau masuk ke wilayah kita harus memiliki bukti pemeriksaan rapid test antigen,” kata Lesty.

Baca juga: Tahun 2021 Wabah Virus Corona Belum Hilang, Gubernur Herman Deru Ajak Masyarakat Tetap Produktif

Sementara Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Yusri mengatakan, sebutan zona (merah, orange, kuning dan hijau) itu di kabupaten/kota yang ada sebutan zona. Kalau provinsi tidak ada sebutan zona.

"Di Sumsel memang rata-rata kabupaten/kotanya zona orange," ujarnya.

Sedangkan terkait program vaksinasi Covid-19, ditegaskan yang bisa divaksinasi umurnya di atas 18 tahun ke atas.

Lalu ada beberapa kriteria yang tidak bisa diberikan vaksin yaitu pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, penderita penyakit autoimun, penderita penyakit ginjal, penderita reumatik autoimun, penderita penyakit saluran pencernaan kronis, penderita penyakit hipertiroid, penderita penyakit kanker, kelainan darah, defisiensi imun, penerima tranfusi, penderita gejala ISPA, penderita diabetes meletus, penderita HIV, penderita penyakit paru.

Baca juga: 9.321 Kasus Rekor Tertinggi Covid-19, Berikut Sebaran di 34 Provinsi, Ini Posisi Jakarta dan Sumsel

Namun dalam kondisi tertentu untuk penderita diabetes meletus, penderita HIV, penderita penyakit paru bisa diberi vaksin Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved