Breaking News:

Deru tak Batasi Pendatang Jawa dan Bali, Asal Sehat Silakan ke Sumsel

Menurut Deru, pembatasan akses masuk dan keluar wilayah Jawa dan Bali memang memiliki pengaruh bagi masyarakat Sumsel.

Editor: Soegeng Haryadi

PALEMBANG, SRIPO -- Pendatang dari Jawa dan Bali tetap diperkenankan memasuki wilayah Sumsel meski di kedua pulau tersebut diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11 Januari 2021. Namun mereka yang ke Sumsel harus dalam kondisi sehat.

"Selama sehat silakan saja. Mulai tanggal 14 (Januari) ada vaksin. Target kita mudah-mudahan bisa pemulihan kepercayaan diri masyarakat juga. Jadi, yang paranoid bisa segera sembuh bangkit. Kita bisa pulih," kata Gubernur Sumsel Herman Deru, Kamis (7/1).

Menurut Deru, pembatasan akses masuk dan keluar wilayah Jawa dan Bali memang memiliki pengaruh bagi masyarakat Sumsel.

Baca juga: Jasa Pengiriman Tetap Berjalan Seperti Biasa, Tidak Terpengaruh PSBB Jawa - Bali

"Ada pengaruhnya. Paling tidak yang ingin ke sana (Jawa atau Bali) mengurungkan diri," katanya.

Menurutnya, beberapa waktu terakhir ada perbaikan terkait kondisi Covid-19 terutama di Palembang dilihat dari zona. Awalnya Palembang terkategori zona merah dan kini menjadi oranye.

"Artinya adanya perbaikan. Kita tetap welcome dengan pendatang tapi tetap jalankan prosedur tetap. Misalnya, pendatang harus rapid antigen untuk syarat di bandara dan lain-lain," ujar dia.

Ia mengatakan, meski zona orange tetap menurutnya harus tetap percaya diri dan tetap melakukan perbaikan. "Dengan zona orange ya percaya diri (PD) saja. Bahkan dibeberapa daerah ada beberapa progres perekonomiannya semakin membaik," kata Deru.

Baca juga: INi Dia Alasan PSBB Diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali Serentak 11 Hingga 25 Januari

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam pemulihan ekonomi ini artinya tidak dibarengi dengan rasa kekhawatiran yang tinggi, namun tetap waspada.

"Nantinya kita mau tanyakan juga ke epidemiologi, apakah saat ini terbentuk herd immunity atau karena ada kesadaran di Protokol Kesehatan (Prokes) dengan upaya-upaya kemaren tidak ada acara tahun baru dan masyarakatnya mematuhi itu," katanya.

Bahkan menurutnya di kota juga tidak ada kegiatan tahun baruan. Deru berharap mudah-mudah masyarakat tetap patuh terhadap Prokes.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved