Breaking News:

Warga Desa Bintaran Bongkar Sarang Kobra, Ular Jadi Lebih Ganas Serang Manusia

Anak ular tersebut berjumlah 21 ekor dan telor ularnya ada 12 butir, dan tiga ekor diduga induknya.

Editor: Soegeng Haryadi
media-reptil.com
Ilustrasi 

"Sempat dibawa ke pawang ular, tapi di tengah jalan meninggal karena bisanya cepat menyebar ke seluruh badan," kata Rondi, Rabu (6/1).

Korban kedua adalah Boimin (50) yang dipatuk ular saat berada di dalam rumah. Namun nyawa Boimin berhasil diselamatkan setelah ia dibawa ke pawang ular di desa tersebut untuk diobati.

Rondi mengatakan, teror yang sama pernah terjadi di awal tahun 2020. Namun pertengahan tahun, teror kobra kembali mereda sehingga warga kembali beraktivitas seperti biasa.

Baca juga: Video Warga Desa Bintaran Banyuasin Temukan Sarang Ular Cobra di Kawasan Tanggul Sawah

Namun lanjutnya, sejak sepekan terakhir warga kembali menjumpai banyak ular kobra yang masuk rumah. Warga resah karena takut kejadian warga dipatuk ular kembali terjadi di desanya.

"Sudah banyak yang dipatuk karena ular ini masuk sampai ke rumah-rumah sekarang warga menjadi resah," jelas Rondi.

Agar tak terulang, warga kemudian memutuskan untuk bergotong-royong di sekitar pemukiman.

Saat menemukan ratusan ular kobra dan telur yang siap menetas mereka memilih memusnahkan ular tersebut karena dianggap membahayakan bagi warga.

"Dahulu tidak seganas ini, memang sering ketemu tapi tidak banyak. Tapi sekarang ularnya sampai masuk ke rumah dan menyerang, penyebabnya apa kami juga tidak tahu,"ujar Rondi.

Rondi mengatakan, saat ini warga takut keluar rumah dan berkebun karena teror ular tersebut. Apalagi saat ini musim hujan.

"Kalau yang dipatuk itu sudah banyak, tiap hari ular ini masuk rumah," jelas Rondi.

"Karena kondisi hujan, sekarang sawah banyak terbenam di sana, masih banyak ular, jadi warga takut untuk keluar," katanya. (mbd/kc)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved