Wanita Muda Tewas di Hotel

Jejak di Ponsel Hilang, Polisi Bentuk Tim Kejar Pembunuh Janda Muda, Misteri Tamu Terakhir Yuliana

Satreskrim Polrestabes Palembang membentuk tim untuk memburu pelaku pembunuhan terhadap Yuliana (25) janda dua anak

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Andi Wijaya
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat Mulyana 

"Ada dua teman korban dan dua-duanya laki-laki. Saat ini masih dimintai keterangan di Polrestabes Palembang. Saat kejadian, teman korban yang menemukan dan mengabarkan kepada pegawai hotel," ujar Edi Rahmat.

Ketika disinggung mengenai korban minta dibelikan nasi kepada pegawai hotel, juga dibenarkan Edi. Saat pegawai hotel hendak mengantarkan nasi goreng ke kamar korban, pegawai hotel sempat berpapasan dengan seorang lelaki di lorong kamar.

"Dari keterangan saksi yakni pegawai hotel, satu cowok yang berpapasan dengan pegawai hotel saat akan mengantarkan nasi. Itu sekitar pukul 21.00," ujarnya.

Untuk kasus ini sendiri, menurut Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Edi Rahmat Mulyana masih dalam penyelidikan.

Dua teman korban juga dimintai keterangan, termasuk pegawai hotel. Ditubuh korban, ditemukan bekas luka di bagian leher. Di mulut korban, juga ditemukan bercak darah.

6. Kehabisan Oksigen

Setelah dilakukan visum luar, pada jasad Yuliana banyak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Hal ini diungkapkan Dokter Forensik RS Polri M Hasan Palembang, dr Indra Nasution saat diwawancarai usai dilakukan visum luar di tubuh korban.

"Jadi dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan dengan melakukan visum dibagian luar tubuh korban, terdapat sejumlah luka di tubuh korban," kata dr Indra.

Menurut dr Indra, luka yang terdapat disejumlah tubuh korban merupakan luka yang disebabkan oleh benda tumpul.

"Sejumlah luka yang terdapat ditubuh korban yakni di bagian muka, tangan, kaki dan leher korban akibat terkena benda tumpul. Benda tajam tidak ada, di tubuh korban juga tidak ditemukan adanya bercak darah," lanjutnya.

Sementara itu dugaan meninggalnya korban yakni karena korban sempat dibekap oleh pelaku sebelum akhirnya meninggal dunia akibat kehabisan oksigen.

"Luka yang menyebabkan korban meninggal ya kalau mulut kita di bekap ya oksigennya akan habis, ya meninggalnya ini kemungkinan kehabisan oksigen. Korban ini meninggalnya lama, tidak langsung meninggal," kata dr Indra.

Usai dilakukan visum dibagian luar tubuhnya, korban langsung dibawa keluarga untuk disemayamkan dirumah duka sebelum akhirnya dimakamkan di pemakaman keluarga tepatnya di TPU Sungai Goren, Kelurahan 2 Ulu, Kecamatan SU 1 Palembang.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved