Vaksin Virus Covid

KEMBALI Terjadi, 2 Penghuni Panti Meninggal Usai Vaksinasi Perdana Pfizer: Pemerintah Turun Tangan

Badan Obat Norwegia mengumumkan, dua penghuni panti jompo meninggal beberapa hari setelah menerima vaksin virus corona

Editor: Wiedarto
JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Pfizer/Biontech, diambil pada 23 November 2020 

SRIPOKU.COM, OSLO - Badan Obat Norwegia mengumumkan, dua penghuni panti jompo meninggal beberapa hari setelah menerima vaksin virus corona (Covid-19) yang dikembangkan perusahaan farmasi Pfizer dan perusahaan bioteknologi BioNTech.

Penyelidikan telah diluncurkan terkait kematian tersebut.
"Kami harus menilai apakah vaksin itu yang menjadi penyebab kematian, atau apakah itu kebetulan terjadi sesaat setelah divaksinasi," kata Direktur Medis Steiner Madsen dalam sebuah pernyataannya.

Dia menyatakan, sangat mungkin kematian tersebut terjadi secara kebetulan, karena kelompok berusia lanjut dan rentan yang menjadi penerima vaksin pertama.

Perlu diketahui, sekitar 400 orang meninggal setiap minggunya di panti jompo Norwegia.

Dikutip dari Russia Today, Rabu (6/1/2021), lembaga tersebut turut bekerja sama dengan Institut Kesehatan Masyarakat Nasional dalam penyelidikan terkait kematian tersebut.
Efek samping yang dilaporkan muncul dari vaksin itu sangat kecil dan bersifat sementara.
Meskipun ada laporan pula terkait reaksi alergi yang dialami warga Amerika Serikat (AS) dan Inggris, yang sebelumnya memang telah memiliki riwayat alergi.
Sejumlah pejabat pemerintah secara global pun telah menerima vaksin Pfizer-BioNTech, termasuk diantaranya Wakil Presiden AS Mike Pence.
Vaksinasi menggunakan Pfizer ini telah dimulai di Norwegia pada 27 Desember 2020.

Vaksin Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjalani vaksinasi Covid-19 pada 13 Januari mendatang.

Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju disebut bakal disuntik menggunakan vaksin corona Sinovac yang sudah didatangkan sejak akhir 2020.

Namun, pada saat yang sama Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak akan ikut disuntik vaksin corona (SARS-CoV-2) buatan perusahaan asal China Sinovac Biotech itu.
Juru Bicara Wapres, Masduki menjelaskan, Ma'ruf Amin tak masuk golongan itu karena usianya yang sudah lanjut.

”Enggak (divaksin bersama Jokowi). Vaksin itu kan khusus umur 58 tahun ke bawah, khusus Sinovac. Abah (Ma'ruf) nunggu dulu vaksin berikutnya yang bisa dimungkinkan secara umur di atas 58 tahun. Jadi itu kan pemerintah sedang mengikhtiarkan yang insyaallah pada bulan April itu akan datang," kata Masduki, Selasa (5/1/2020).

Menurut Masduki, Wapres Ma'ruf hanya akan menerima vaksin yang sesuai dengan kriteria usia dan kondisi kesehatannya.

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas persiapan penyaluran bansos tahun 2021 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/12/2020).
Jokowi Divaksin 13 Januari, Wapres Ma'ruf Amin Tak Ikut Disuntik, Tunggu Vaksin Pfizer Datang
"Mungkin nanti di tahap berikutnya, kalau ada vaksin yang sesuai dengan kriteria kondisi Pak Wapres," sambung Masduki.

Baidlowi membenarkan ketika ditanya vaksin yang akan diberikan ke Ma'ruf adalah Pfizer.

"Iya yang itu (Pfizer). Ya kan banyak merek lah yang dikirim, yang diikhtiarkan pemerintah Indonesia yang datang setelah Sinovac itu, dan itu setelah dilakukan uji klinis terhadap orang-orang di atas umurnya 58 ya bisa gitu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved