Breaking News:

Kinerja Bisnis Perbankan Pulih Signifikan Tahun 2022, Begini Penjelasan Para Bankir

Para bankir memperkirakan kinerja perbankan akan mulai tumbuh signifikan pada tahun 2022.

Editor: Azwir Ahmad
Ist/handout
ilustrasi : Bank 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Kendati sudah mulai terlihat membaiknya penanganan pandemi di tanah air, namun tidak akan serta merta mendongkrak kinerja perbankan pada tahun 2021 ini.

Para bankir memperkirakan kinerja perbankan akan mulai tumbuh signifikan pada tahun 2022.

Karena itu maka, terlihat sejumlah bank papan atas pun memasang target pertumbuhan yang cukup konservatif tahun ini, di bawah 10%.

Target tersebut terbilang tak tinggi mengingat tahun lalu pertumbuhan kredit terkontraksi akibat pandemi.

Sampai Oktober 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit senilai Rp 5.553 triliun, masih terkontraksi 2,28% (ytd) dibandingkan akhir tahun lalu.

“Proyeksi tahun ini masih cukup sulit diprediksi, karena implementasi vaksin masih belum pasti,” ujar Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiatmadja.

Jahja mengatakan masih cukup optimistis tahun ini pertumbuhan kredit bank swasta terbesar di tanah ini bisa berada pada level 4-6%. Suatu target yang tak muluk-muluk mengingat sampai November 2020 lalu, pertumbuhan kredit BCA masih negatif 3,69% (ytd).

Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Haru Koesmahargyo juga mengemukakan hal senada. Menurutnya tahun ini industri perbankan masih akan berupaya memulihkan kinerja. “Dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, untuk kembali mencatat pertumbuhan sebelum pandemi, kami perkirakan baru terjadi pada 2022,” ujarnya.

Sebagaimana amanat pemerintah, bank nomor wahid di tanah air ini disebut Haru juga akan makin fokus menyasar segmen UMKM terutama segmen mikro sebagai bekal ekspansi. Sementara eksposur ke segmen korporasi bakal dikurangi.

Sementara untuk penghimpunan dana, perseroan bakal mengoptimalkan dana murah guna mengefisiensikan biaya dana. Termasuk mendorong pendapatan komisi yang utamanya bakal ditopang kanal-kanal digital perseroan. “Kredit tahun ini kami proyeksikan bisa tumbuh 6%-7%, sementara penghimpunan DPK bisa pada level 8%-9%,” sambung Haru.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved