Breaking News:

Ternak-ku: Aplikasi Data Ternak Berbasis Website

Aplikasi Ternak-ku dapat menjadi jawaban atas kelangkataan data ternak yang dipelihara o­leh masyarakat.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Dr. drh. Jafrizal, MM    

Pelayanan vaksinasi juga disediakan oleh Pemerintah Kota Palembang pada dua Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan di Gandus dan di Talang Jambi.

Dalam memperluas cakupan vaksinasi, data hewan peliharan menjadi kendala.

Bila me­la­kukan pelayanan pasif di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) atau di klinik Hewan maka ti­dak banyak pemilik yang melaksanakan program vaksinasi rabies terutama untuk hewan an­jing.

Dari kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Palembang sepanjangan tahun 2017-2020 dengan metode pelayanan on the spot di Puskeswan atau di Kelurahan, tidak ba­nyak pemilik anjing yang membawa najingnya untuk dilakukan vaksinasi rabies.

Hal berbeda de­ngan hewan kucing, pemilik selalu antusias mendatangi tempat pelayanan kesehatan he­wan.

Hal tersebut terjadi pada klinik hewan, data pada tahun 2019, pelayanan vaksinasi ra­bies terhadap hewan anjing hanya 10 persen sedangkan 90 persen dilakukan terhadap hewan ku­cing.

Berdasarkan data cakupan vaksinasi di atas, maka harus ada cara lain yang dapat mening­kat­kan cakupan yakni melakukan pendataan hewan peliharaan anjing secara by name by ad­dress.

Aplikasi Ternak-ku menjadi alternative agar pendataan dapat dilakukan dengan mu­dah.

Pen­dataan dapat dilakukan oleh Pemilik, Petugas, Ketua RT, atau Penyuluh Lapangan dll.

A­pabila telah memiliki data valid maka pelaksanaan pelayanan dapat dioptimalkan pada lo­kasi yang memiliki hewan peliharaan anjing yang banyak.

Vaksinasi terhadap hewan anjing harus menjadi focus utama karena 98 persen kasus rabies ditularkan oleh hewan anjing, sedangan penularan melalui hewan kucing atau hewan lain hanya 2 persen.

Metode Door to Door

Dalam rangka memperluas cakupan vaksinasi juga dilakukan pelayanan kesehatan hewan ke­liling di setiap kelurahan seperti yang telah dilakukan selama ini, namun perlu ditingkatkan menjadi setiap minggu sekali dengan kombinasi metode door to door.

Metode door to door da­pat dilakukan asalkan telah memiliki data valid terkait alamat, jumlah hewan, keberadaan pe­milik saat akan dilakukan vaksinasi.

Hal ini penting karena alamat, jumlah hewan dan ke­beradaan pemilik akan menjadi factor penting pada saat akan dilakukan vaksinasi terhadap he­­wan.

Banyak kasus pelaksanaan vaksinasi tidak jadi dilakukan karena pemilik tidak di tem­pat sehingga hewannya tidak dapat dikendalikan.

Pelaksanaan layanan vaksinasi door to door tentu akan memberikan konsekuensi penam­bah­an sumber daya manusia dalam melaksanakan vaksinasi.

Salah satu alternative yang bisa di­kembangkan adalah membentuk kader vaksinator di setiap kelurahan.

Kader ini bisa dibentuk o­leh Lurah atau dari Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Pertanian.

Kader Vak­sina­tor khusu untuk hewan penular penyakit menular atau zoonosis yang di pusatkan di Pus­kes­mas (Zoonosis Center).

Dengan pelatihan kader vaksinator kelurahan akan dilatih oleh tena­ga Kesehatan Hewan Kota Palembang.

Kader ini menjawab masalah kekurangan tenaga sum­ber daya manusia.

 Tenaga vaksinator tersebut di tunjuk oleh Lurah sebagai tenaga yang akan mem­bantu dalam pelaksaaan vaksinasi hewan yang akan memperluar cakupan vaksinasi ra­bies.

Kode Vaksinasi

Hewan yang telah divaksinasi diberikan tanda berupa pin dan kalung serta dilengkapi dengan kar­tu vaksinasi.

Ke depan, hewan akan menggunakan identitas microchip dengan fasilitas GPS yang dapat berfungsi untuk mengetahui keberadaan lokasi hewannya berada.

Mikrochip ini akan membantu mengidentifikasi lokasi keberadaan hewan bila hewan lepas, dibuang, hi­la­ng atau pengalihan kepemilikan hewan.

Pemeberian microchip lebih diprioritaskan pada he­wan anjing yang kemungkinan besar hewan tersebut tidak dipelihara dengan baik oleh pe­mi­liknya.

Dengan pendataan yang menggunakan fasilitas teknologi informasi saat ini akan mam­pu memberikan data yang diperlukan dalam pengendalian penayakit hewan menular di Ko­ta Palembang.

Tidak ada yang tidak mungkin kita capa asalkan kita menjaga tekad dan mau bergerak.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved